Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Showing posts with label Do'a. Show all posts
Showing posts with label Do'a. Show all posts

Saturday, August 7, 2021

ISTIGHFAR PARA NABI (NABI IBRAHIM AS & NABI MUSA AS)


Nabi Ibrahim AS: "Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat).“ (Al – Qur’an Surat Ibrahim [14] Ayat 41).

Nabi Musa AS: "Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri karena itu ampunilah aku". Maka Allah mengampuninya, sesungguhnya Allah Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Al – Qur’an Surat Al - Qashash [28] Ayat 16).

* * *

Sunday, August 1, 2021

DOA & ISTIGHFAR NABI ADAM AS & NABI NUH AS



Nabi Adam AS dan Istrinya: "Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al – Qur’an Surat Al-A’raf [7] Ayat 23).

Nabi Nuh AS: “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari memohon kepada Engkau sesuatu yang aku tiada mengetahui (hakekat)nya. Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun kepadaku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi". (Al – Qur’an Surat Hud [11] Ayat 47).

* * *

Friday, June 25, 2021

DO’A AGAR KITA MENJADI HAMBA YANG SELALU INGAT ALLAH SWT, PANDAI BERSYUKUR DAN BERIBADAH

 

Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.

(Al – Qur’an Surah Al – Baqarah [2] ayat 152).

Allâhumma aínnî 'alâ dzikrika wa syukrika wa husni 'ibâdatik

Artinya: 'Ya Allah, semoga Engkau memberi pertolongan kepada kami untuk bisa selalu ingat (dzikir) kepada-Mu, syukur kepada-Mu, dan beribadah dengan baik kepada-Mu’." (Al-Hâfidz Abȗ Dâwud bin al-Asy'ats al-Azdiy as-Sijistâniy, Sunan Abî Dâwud, Dârur Risâlah al-Alamiyyah, Beirut, 2009, juz 2, halaman 631).

* * *

DO'A KAFARATUL MAJELIS


Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang duduk di suatu majelis lalu banyak senda guraunya (kalimat yang tidak bermanfaat untuk akhirath-nya), maka hendaklah sebelum bangun dari majelisnya ia mengucapkan,

‘SUBHAANAKALLAHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGH-FIRUKA WA ATUUBU ILAIK’

Artinya: Mahasuci Engkau, Ya Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu.

kecuali diampuni baginya dosa-dosa selama di majelisnya itu.”

(HR. Tirmidzi, nomor 3433. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa hadits ini shahih).

* * *

Saturday, May 29, 2021

DO'A RASULULLAH SAW AGAR TERHINDAR DARI LEMAH, MALAS, PENGECUT, PIKUN, KIKIR, SIKSA KUBUR, HUTANG, FITNAH


ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MINAL ‘AJZI, WAL KASALI, WAL JUBNI, WAL HARAMI, WAL BUKHLI, WA A’UDZU BIKA MIN ‘ADZABIL QABRI, WA A’UDZU BIKA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT

(artinya: Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, sifat malas, sifat pengecut, kepikunan, kekikiran, dan aku berlindung kepada-Mu dari siksa kubur, dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian). Dalam riwayat lain disebutkan, “DHALA’ID DAINI WA GHALABATIR RIJAAL (Lilitan utang dan laki-laki yang menindas).”

(Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, nomor 6367 dan Muslim, nomor 2706].

* * *

Saturday, March 20, 2021

DO'A SETELAH SHALAT DHUHA

 


Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada saat selesai Shalat Dhuha, beliau mengucapkan 100 kali: Allah hummagh fir liy wa tub ‘alayya, Innaka antat tawwabur rahiym. Artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. Hadits Riwayat Imam Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, nomor 619. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih.

* * *

Saturday, February 20, 2021

DO'A DI BULAN RAJAB & SYA'BAN


Do'a: Allahumma Baariklana fi Rajab wa Sya'ban wa Ballighna Ramadhan. Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan.”.

Syekh Abdur Rauf Al-Munawi: “Syekh Ibnu Rajab mengatakan ada anjuran doa panjang umur hingga Ramadhan agar dapat melakukan amal saleh di waktu-waktu tersebut. Tidak bertambah usia orang beriman melainkan bertambah kebaikannya.”.

Sumber: islam.nu.or.id (Lihat Abdur Rauf Al-Munawi, Faidhul Qadir bi Syarhi Jami‘is Shaghir, [Beirut, Darul Makrifah, 1972 M/1391 H], cetakan kedua, juz V, halaman 131).

* * *

Saturday, January 16, 2021

SUJUD SAHWI

 


SUJUD SAHWI SEBELUM SALAM. Hadits dari ‘Abdullah bin Buhainah,

فَلَمَّا أَتَمَّ صَلَاتَهُ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ فَكَبَّرَ فِي كُلِّ سَجْدَةٍ وَهُوَ جَالِسٌ قَبْلَ أَنْ يُسَلِّمَ

Setelah beliau menyempurnakan shalatnya, beliau sujud dua kali. Ketika itu beliau bertakbir pada setiap akan sujud dalam posisi duduk. Beliau lakukan sujud sahwi ini sebelum salam.” (HR. Bukhari nomor 1224 dan Muslim nomor 570).

SUJUD SAHWI SESUDAH SALAM. Dalam hadits dari Abu Hurairah,

فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ وَسَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ كَبَّرَ وَسَجَدَ ثُمَّ كَبَّرَ وَرَفَعَ

Lalu beliau shalat dua rakaat lagi (yang tertinggal), kemudian beliau salam. Sesudah itu beliau bertakbir, lalu bersujud. Kemudian bertakbir lagi, lalu beliau bangkit. Kemudian bertakbir kembali, lalu beliau sujud kedua kalinya. Sesudah itu bertakbir, lalu beliau bangkit.” (HR. Bukhari nomor 1229 dan Muslim nomor 573).

Sujud sahwi sesudah salam ini ditutup lagi dengan salam sebagaimana dijelaskan dalam hadits ‘Imron bin Hushain,

فَصَلَّى رَكْعَةً ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ سَجَدَ سَجْدَتَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ

Kemudian beliau pun shalat satu rakaat (menambah raka’at yang kurang tadi). Lalu beliau salam. Setelah itu beliau melakukan sujud sahwi dengan dua kali sujud. Kemudian beliau salam lagi.” (HR. Muslim nomor 574).


* * *