Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Showing posts with label Akhlak. Show all posts
Showing posts with label Akhlak. Show all posts

Sunday, April 26, 2026

JANGAN SYIRIK, MULIAKANLAH ORANG TUA

 


Tema: Aqidah & Akhlak. JANGAN SYIRIK, MULIAKANLAH ORANG TUA. Allah SWT berfirman: Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. (Al - Qur'an Surah Al - Isra’ ayat 23).

Ikuti Channel Majelis Ilmu Al - Qur'an:
https://whatsapp.com/channel/0029VaxnMajKLaHhtRuTLi3k

Channel Youtube Majelis Ilmu Al-Qur'an 114:
https://www.youtube.com/channel/UCFl2If_do__cz3nU1Wzm2mA

* * * * *

Buku Muhammad Nauval Al - Ammari:
2026: Mencintai Al-Qur'an, Dzikir, dan Do'a.
2025: Memahami Ilmu Tauhid dan Amalan Ahli Surga.
2024: Memperkuat Iman, Islam, dan Ihsan.
2023: Mengenal Aqidah, Ibadah, dan Akhlak dalam Islam.
https://nauvallibrary.wordpress.com/buku-muhammad-nauval/

* * * * *

https://twitter.com/NauvalAmmary
https://www.instagram.com/muhammad.nauval.ammari/
https://nauvallibrary.wordpress.com/

* * * * *

https://majelisilmu114.wordpress.com/
http://majelisilmu-114.blogspot.com/
https://web.facebook.com/majelis.ilmu.14
https://web.facebook.com/majelis.ilmu.114
SEMUA AKSES MEDIA ONLINE MAJELIS ILMU AL - QUR'AN ADA DISINI:
linktr.ee/majelisilmu114

* * * * *

Sunday, July 28, 2024

JANGAN SYIRIK & SOMBONG, BERBUATLAH YANG BAIK


Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri,. (Al - Qur'an Surah An - Nisaa’ ayat 36).

BUKU: MENGENAL AQIDAH, IBADAH, DAN AKHLAK DALAM ISLAM:

https://nauvallibrary.wordpress.com/2024/01/09/buku-mengenal-aqidah-ibadah-dan-akhlak-dalam-islam/

BUKU: MEMPERKUAT IMAN, ISLAM, DAN IHSAN:

https://nauvallibrary.wordpress.com/2024/05/10/buku-memperkuat-iman-islam-dan-ihsan/

* * * * *

SEMUA AKSES MEDIA ONLINE MAJELIS ILMU AL - QUR'AN ADA DISINI:

linktr.ee/majelisilmu114

* * * * *

https://web.facebook.com/muhammad.nauval.169/

https://twitter.com/NauvalAmmary

https://www.instagram.com/muhammad.nauval.ammari/

https://nauvallibrary.wordpress.com/

* * * * *

Sunday, January 7, 2024

BUKU: MENGENAL AQIDAH, IBADAH, DAN AKHLAK DALAM ISLAM

 

Alhamdulillah telah terbit buku dengan judul: Mengenal Aqidah, Ibadah, dan Akhlak Dalam Islam. InsyaAllah buku ini menjadi ilmu yang bermanfaat bagi Penulis, Pembeli dan Pembaca, serta semua pihak yang mendukung penjual buku ini. InsyaAllah buku ini menjadi salah satu media dakwah yang mengantarkan kita untuk mendapatkan Ridha Allah SWT, mendapatkan keberkahan dari Allah SWT di dunia dan di Akhirat. Amin Ya Arhama Rahimin.

Pembelian buku dapat melalui Shopee, Google Play Store, Tokopedia, dan Gramedia Digital, dengan link sebagai berikut:

SHOPEE:

https://shopee.co.id/Mengenal-Aqidah-Ibadah-dan-Akhlak-dalam-Islam-Muhammad-Nauval-Al-%E2%80%93-Ammari-Penerbit-Adab-i.148582142.22061804975?sp_atk=93d7e0fa-1043-4772-95b1-b697edaf5bac&xptdk=93d7e0fa-1043-4772-95b1-b697edaf5bac

GOOGLE PLAY STORE:

https://play.google.com/store/books/details?id=KgrmEAAAQBAJ

TOKOPEDIA:

https://www.tokopedia.com/penerbitadab/mengenal-aqidah-ibadah-dan-akhlak-dalam-islam

GRAMEDIA DIGITAL:

https://ebooks.gramedia.com/id/buku/mengenal-aqidah-ibadah-dan-akhlak-dalam-islam

* * * * *

Saturday, September 10, 2022

SABAR BILA INGIN BAHAGIA DI DUNIA & AKHIRATH

Maka bersabarlah kamu dengan sabar yang baik. (Al – Qur’an Surah Al - Ma´aarij ayat 5). 

Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. (Al – Qur’an Surah An - Nahl ayat 96).

* * * * *

AKHLAK RASULULLAH SAW

Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung. (Al – Qur’an Surah Al – Qalam ayat 4).

Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. (Al – Qur’an Surah At – Taubah ayat 128).

* * * * *

Sunday, August 21, 2022

SEDEKAH, PEMAAF, TAWADHU


“Sedekah tidaklah mengurangi harta. Tidaklah Allah menambahkan kepada seorang hamba sifat pemaaf melainkan akan semakin memuliakan dirinya. Dan juga tidaklah seseorang memiliki sifat tawadhu’ (rendah diri) karena Allah melainkan Allah akan meninggikannya.”. (Hadits Riwayat Imam Muslim nomor 2588 dari Abu Hurairah).

“Dan sesungguhnya Allah mewahyukan padaku untuk memiliki sifat tawadhu’. Janganlah seseorang menyombongkan diri (berbangga diri) dan melampaui batas  pada yang lain.”. (Hadits Riwayat Imam Muslim nomor 2865).

* * * * *

Tuesday, November 2, 2021

TABAYYUN

 


Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu. (Al - Qur'an Surah Al - Hujuraat ayat 6).

Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya. (Al - Qur'an Surah Al – Isra’ ayat 36).

* * *

Saturday, August 21, 2021

ORANG BERIMAN TIDAK BURUK SANGKA, MENGGUNJING, MENCARI-CARI AIB DAN MENCELA ORANG LAIN


Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah prasangka buruk terhadap orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Janganlah kalian mencari-cari aib dan mencela orang-orang Muslim, dan jangan pula kalian saling menggunjing. Apakah salah seorang di antara kalian senang memakan bangkai saudaranya yang mati yang kalian sendiri sebenarnya merasa jijik ? Maka bencilah perbuatan menggunjing, karena perbuatan menggunjing itu bagaikan memakan bangkai saudara sendiri. Peliharalah diri kalian dari azab Allah dengan menaati semua perintah Allah dan menjauhi segala larangan Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang. (Al – Qur’an Surah Al – Hujuraat ayat 12).

* * *

Saturday, August 7, 2021

ORANG BERIMAN TIDAK AKAN MENYAKITI ORANG LAIN


Wahai orang-orang yang beriman, janganlah laki-laki di antara kalian mengolok-olok laki-laki yang lain. Sebab, boleh jadi mereka yang diolok-olok itu lebih baik di sisi Allah daripada mereka yang mengolok-olok. Dan jangan pula wanita-wanita Mukmin mengolok-olok wanita-wanita Mukmin yang lain. Karena, boleh jadi mereka yang diolok-olok lebih baik di sisi Allah dari mereka yang mengolok-olok. Janganlah kalian saling mencela yang lain, dan jangan pula seseorang memanggil saudaranya dengan panggilan yang tidak disukainya. Seburuk-buruk panggilan bagi orang Mukmin adalah apabila mereka dipanggil dengan kata-kata fasik setelah mereka beriman. Barangsiapa tidak bertobat dari hal-hal yang dilarang itu, maka mereka adalah orang-orang yang menzalimi dirinya sendiri dan orang lain. (Al – Qur’an Surah Al – Hujuraat ayat 11).

* * *

Saturday, November 28, 2020

TOLONG MENOLONG

 


“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (Al-Qur’an Surat Al Maidah Ayat 2).

Keterangan Gambar: Manuskrip Al Quran, Koleksi Universitas Birmingham, Inggris. Diduga, Al Quran itu disusun pada era nabi Muhammad SAW atau beberapa tahun setelah Beliau wafat. Perkamen tersebut dikumpulkan sejak tahun 1920an oleh Alphonse Mingana, seorang Imam yang lahir di dekat kota Mosul-Irak namun tinggal di Inggris. Hasil tes radiokarbon menunjukan perkamen tersebut ditulis antara tahun 568 hingga 645 masehi. Ini berarti ditulis berdekatan dengan masa Nabi Muhammad SAW yang hidup antara tahun 570 hingga 632 masehi.

* * *

Sunday, November 15, 2020

POKOK AKHLAK YANG BAIK

 


Allah SWT memerintahkan kepada kita para hamba-Nya untuk berlaku adil dalam setiap perkataan dan perbuatan. Allah SWT menyuruh kita untuk selalu berusaha menuju ke arah hidup yang lebih baik dalam setiap hal. Allah SWT memerintahkan kita untuk memberikan apa yang dibutuhkan oleh para kerabat kita sebagai cara untuk memperkokoh ikatan kasih sayang antar keluarga. Allah SWT melarang kita berbuat dosa, lebih-lebih dosa besar dan segala perbuatan yang tidak dibenarkan oleh syariat dan akal sehat. Allah SWT melarang kita menyakiti orang lain. Dengan perintah dan larangan itu, Allah SWT bermaksud membimbing kita menuju kemaslahatan dalam setiap aspek kehidupan, agar kita selalu ingat karunia-Nya dan dapat belajar menaati firman-firman-Nya.

* * *

Saturday, November 14, 2020

NABI IBRAHIM AS TELADAN YANG BAIK

 


Sesungguhnya Nabi Ibrahim A.S. adalah seorang imam, seorang penghulu yang menjadi panutan dan di dalam dirinya terkandung semua akhlak yang baik lagi patuh, sangat taat kepada Allah dan hanif (cenderung kepada agama yang lurus). Dan sekali-kali dia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan.

Nabi Ibrahim A.S. senantiasa bersyukur atas nikmat-nikmat Tuhan yang telah diberikan kepadanya. Dengan alasan itulah Allah SWT memilih Nabi Ibrahim A.S. sebagai pengemban misi risalah-Nya. Allah SWT merestui Nabi Ibrahim untuk meniti jalan lurus menuju kebahagiaan abadi.

Allah SWT jadikan Nabi Ibrahim A.S. sebagai sosok yang dikenang kebaikan-kebaikannya oleh seluruh manusia. Dan di akhirat nanti Nabi Ibrahim A.S. akan termasuk ke dalam golongan orang saleh dan akan mendapatkan kehidupan yang menyenangkan dengan ridha Allah SWT.

* * *

Sunday, November 8, 2020

RASULULLAH SAW SEBAGAI SURI TELADAN

 


Kalian benar-benar mendapatkan teladan yang baik pada pribadi Nabi Muhammad SAW. Teladan bagi orang-orang yang mengharap kasih sayang Allah SWT dan kesenangan hidup di akhirat. Teladan bagi orang-orang yang banyak berzikir mengingat Allah di setiap kesempatan, kala susah maupun senang.

Manusia yang baik pada umum nya, dan Muslim yang baik pada khusus nya, pasti akan menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai idola, sebagai panutan, sebagai suri teladan dalam semua aspek kehidupan, sebagai Rasulullah yang kita taat dan kita cinta kepada nya, kita bersalawat kepada nya, kita ikuti sunnah nya, kita jauhi semua larangan nya, dan tidak ada satu manusia yang hidup saat ini yang lebih kita sayangi, kita kagumi, kita rindukan untuk bertemu, melainkan orang itu adalah Nabi Muhammad SAW. InsyaAllah di dunia kita bisa hidup bahagia dengan sunnah nya, dan di akhirat kita bisa berada di Surga nya Allah SWT bersama Beliau. Amin Ya Arhama Rahimin.

* * *

Tuesday, January 30, 2018

SIFAT-SIFAT ORANG BERIMAN DAN BERTAQWA

Siapakan orang-orang yang beriman dan bertaqwa ? Allah SWT berfirman: “(yaitu) orang-orang yang mendirikan sembahyang dan menunaikan zakat dan mereka yakin akan adanya negeri akhirat”. [An-Naml (27) ayat 3]. Dalam ayat yang lain dijelaskan “(yaitu) yang bersabar dan bertawakkal kepada Tuhannya”. [Al-Ankabut (29) ayat 59].

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya”. [Al-A’raf (7) ayat 201]. Orang yang senantiasa ingat kepada Allah SWT akan selalu dekat dengan Masjid. Allah SWT berfimran: “Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk”. [At Taubah (9) ayat 18].

Tidak hanya itu, dalam Al-Qur’an kita banyak memperoleh penjelasan:

Dan hamba-hamba Tuhan yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. [Al-Furqan (25) ayat 63].

Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Tuhan mereka. [Al-Furqan (25) ayat 64].

Dan orang-orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal.". [Al-Furqan (25) ayat 65].

Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian. [Al-Furqan (25) ayat 67].

Dan orang-orang yang tidak menyembah tuhan yang lain beserta Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang melakukan yang demikian itu, niscaya dia mendapat (pembalasan) dosa(nya), [Al-Furqan (25) ayat 68].

Dan orang-orang yang tidak memberikan persaksian palsu, dan apabila mereka bertemu dengan (orang-orang) yang mengerjakan perbuatan-perbuatan yang tidak berfaedah, mereka lalui (saja) dengan menjaga kehormatan dirinya. [Al-Furqan (25) ayat 72].

Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat- ayat Tuhan mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang- orang yang tuli dan buta. [Al-Furqan (25) ayat 73].

Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [Al-Furqan (25) ayat 74].

Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka. Mereka itulah orang-orang yang telah menanamkan keimanan dalam hati mereka dan menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang daripada-Nya. Dan dimasukan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka, dan merekapun merasa puas terhadap (limpahan rahmat)-Nya. Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya hizbullah itu adalah golongan yang beruntung. [Al-Mujadilah (58) ayat 22].

* * *

Monday, July 24, 2017

SILATURAHIM

Di Bulan Syawal yang berkah ini, mari kita jaga dan sambung silaturahim, insyaAllah kita dimampukan menjadi Ulul Albab (orang-orang berakal yang dapat mengambil hikmah dan memperoleh hidayah Allah SWT), yang salah satu cirinya adalah menjaga silaturahim sebagaimana Firman Allah SWT: “dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan (Yaitu mengadakan hubungan silaturahim dan tali persaudaraan), dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) syurga 'Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;” (Al-Qur’an Surah Ar-Ra’d [13] ayat 21-23).

Silaturahim dalam konteks Islam bersifat universal, dimana kita sebagai Muslim diarahkan untuk menebar kebaikan kepada siapa pun, termasuk kepada orang-orang yang Non Muslim sebagaimana Firman Allah SWT: “Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil”. [Al-Qur’an Surah Al-Mumtahanah [60] ayat 8].

Namun, dalam melaksanakan silaturahim, kita selaku Umat Islam diberikan tuntunan yang jelas mengenai batas-batas yang tidak boleh kita langgar dan kepada siapa saja kita harus memberikan prioritas. Hal tersebut sebagaimana Firman Allah SWT: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapa, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, dan teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri” (Al-Qur’an Surah An Nisa [4] ayat 36).

Allah SWT juga berfirman: “Maka berikanlah kepada kerabat yang terdekat akan haknya, demikian (pula) kepada fakir miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang mencari keridhaan Allah; dan mereka itulah orang-orang beruntung” (Al-Qur’an Surah Ar Rum [30] ayat 38).

Silaturahim merupakan salah satu bentuk ibadah dalam bentuk sosial yang mendapatkan perhatian khusus dalam Islam, bahkan terdapat ancaman serius bagi orang yang memutus silaturahim, sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

“Tidak masuk surga orang yang memutus silaturahmi”. [Shahih Abu Dawud (1488), Ghayatul Maram (407): [Bukhari: 78-Kitab Al Adab, 11-Bab Itsmul Qathi. Muslim: 45-Kitab Al Birr wash Silah wal Adab halaman 18-19].

Dalam Islam menjaga Silaturahim memiliki nilai yang sangat tinggi dan keutamaan yang besar sebagaimana dijelaskan dalam Hadits-Hadits berikut:
 
Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu ia berkata, aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُسْطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ، وَأَنْ يُنْسَأَلَهُ فِيْ أَشَرِهِ فَلْيَصِلْ

“Siapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturrahim” [Shahihul Bukhari, Kitabul Adab, Bab Man Busitha Lahu fir Rizqi Bishilatir Rahim, no. 5985, 10/415].

Hadits riwayat Imam Al-Bukhari dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

 مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِيْ رِزْقِهِ، وَيُنْسَاَ لَهُ فِيْ أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ

“Barangsiapa yang suka untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan usianya (dipanjangkan umurnya), hendaklah ia menyambung silaturrahim”. [Shahihul Bukhari, Kitabul Adab, Bab Man Busitha Lahu fir Rizqi Bishilatir Rahim, no. 5986, 10/415].

Hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, At-Tirmidzi dan Al-Hakim dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda:

تَعَلَّمُوْا مِنْ أَنْسَابِكُمْ مَا تَصِلُوْنَ بِهِ اَرْحَامَكُمْ، فَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ مَحَبَّةٌ فِيْ الأْهْلِ، مُشَرَّاةٌ فِيْ الْمَالِ، مُنْسَأَةٌ فِيْ الْعُمْرِ

“Belajarlah tentang nasab-nasab kalian sehingga kalian bisa menyambung silaturrahim. Karena sesungguhnya silaturrahim adalah (sebab adanya) kecintaan terhadap keluarga (kerabat dekat), (sebab) banyak – nya harta dan bertambahnya usia”. [Al-Musnad, no. 8855, 17/42 ; Jami’ut Tirmidzi, Abwabul Birri wash Shihah, Bab Ma Ja’a fi Ta’limin Nasab, no. 2045, 6/96-97, dan lafazh ini miliknya ; Al-Mustadrak ‘alash Shahihain, Kitabul Birr wash Shilah, 4/161. Imam Al-Hakim berkata. ‘Hadits ini sanad-nya shahih, tetapi tidak dikeluarkan oleh Al-Bukhari dan Muslim (Op.cit, 4/161). Hal ini juga disepakati oleh Adz-Dzahabi (Lihat, Al-Talkhish, 4/161). Syaikh Ahmad Muhammad Syakir menyatakan sanad-nya shahih. (Lihat, Hamisyul Musnad, 17/42). Dan ia dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani. (Lihat, Shahih Sunan At-Tirmidzi, 2/190)].

* * *

Wednesday, October 12, 2016

ADAB DI MASJID

Dari Aisyah –radhiyallahu anha- beliau berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan membangun masjid-masjid di kampung-kampung dan [memerintahkan untuk] dibersihkan [menjaga kebersihan Masjid] serta diberi wewangian (H.R Abu Dawud, Tirmidzi, Ahmad, dishahihkan Ibnu Khuzaimah dan al-Albany).

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap (memasuki) masjid” [QS. AI-A’raf: 31]. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata, “dalam ayat ini, Allah tidak hanya memerintahkan hambanya untuk menutup aurat, akan tetapi mereka diperintahkan pula untuk memakai pakaian yang bagus ketika shalat”. Dan dijelaskan dalam kitab tafsir Imam Ibnu Katsir rahimahullah, “berlandaskan ayat ini dan ayat yang semisalnya disunahkan berhias ketika akan shalat, lebih-lebih ketika hari Jumat dan hari raya. Termasuk untuk menggunakan siwak/sikat gigi/membersihkan diri disertai memakai wangi-wangian/parfum yang halal”.

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhubahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya manusia mengetahui keutamaan shaf pertama (dalam shalat), dan tidaklah mereka bisa mendapatinya kecuali dengan berundi niscaya mereka akan berundi. Dan seandainya mereka mengetahui keutamaan bersegera menuju masjid niscaya mereka akan berlomba-lomba”. [HR. Bukhari no 615].

Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah,… Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur (QS. Al Maidah ayat 6). Dan hadits Ibnu ‘Umar, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah tidak menerima shalat (yang dikerjakan) tanpa bersuci.”.

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu mengatakan: “Boleh bagi seseorang berwudhu di tempat (ruangan yang sama dengan tempat) dia buang air kecil dan buang air besar, dengan syarat aman dari percikan najis, yaitu tempat wudhunya jauh dari tempat buang air, atau dibersihkan dahulu tempat turunnya air dari anggota badan sehingga menjadi bersih dan suci.”.

Dari Jabir radhiallahu’anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa yang memakan dari tanaman ini (sejenis bawang dan berbagai makanan yang menimbulkan bau tak sedap), maka janganlah ia mendekati masjid kami, karena sesungguhnya malaikat   terganggu   dengan   bau   tersebut, sebagaimana manusia”. [HR. Bukhari no. 854 dan Muslim no. 1 564].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia shalat dua rakaat sebelum dia duduk” [HR. Bukhari no.537 dan Muslim no. 714].

Abu Qatadah radhiallahu’anhu berkata, “Saat kami sedang shalat bersama Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, tiba-tiba beliau mendengar suara kegaduhan beberapa orang. Sesudah menunaikan shalat beliau mengingatkan, “Apa yang terjadi pada kalian?” Mereka menjawab, “Kami tergesa-gesa menuju shalat.” Rasulullah menegur mereka, “Janganlah kalian lakukan hal itu. Apabila kalian mendatangi shalat maka hendaklah berjalan dengan tenang, dan rakaat yang kalian dapatkan shalatlah dan rakaat yang terlewat sempurnakanlah” [HR Bukhari no 635 dan Muslim no 437].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “Ketahuilah, kalian semua sedang bermunajat kepada Allah, maka janganlah saling mengganggu satu sama lain. Janganlah kalian mengeraskan suara dalam membaca Al-Quran (di saat dan di dekat orang yang sedang shalat sehingga mengganggu shalat orang tersebut). [HR Abu Daud no 1332 dan Ahmad no 430 dan dinilai shahih oleh Imam Ibnu Hajar Al Asqalani dalam kitab Nata-ijul Afkar jilid 2 halaman 16].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Seandainya orang yang lewat di depan orang yang (sedang) shalat  mengetahui (dosa) yang ditanggungnya, niscaya ia memilih untuk berhenti selama 40 (tahun), itu lebih baik baginya daripada lewat di depan orang yang sedang  shalat” [HR Bukhari no 510 dan Muslim no1132].

Dari Ibnu ‘Abbas, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang berbicara pada saat imam khutbah Jum’at, maka ia seperti keledai yang memikul lembaran-lembaran (artinya: ibadahnya sia-sia, tidak ada manfaat). Siapa yang diperintahkan untuk diam (lalu tidak diam), maka tidak ada Jum’at baginya (artinya: ibadah Jum’atnya tidak sempurna).” (HR. Ahmad 1: 230).

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika engkau berkata pada sahabatmu pada hari Jum’at (saat sedang mendengarkan khutbah jum’at), ‘Diamlah, khotib sedang berkhutbah!’ Sungguh engkau telah berkata sia-sia.”(HR. Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851).

Nabi Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “Meludah di masjid adalah suatu dosa, dan kafarat (untuk diampuninya) adalah dengan menimbun ludah tersebut (membersihkan bagian Masjid yang telah dikotori)” [Shahih al-Bukhari no40].

Sabda Rasululllah Shallallahu’alaihi Wasallam, “Barangsiapa mendengar seseorang mengumumkan barang yang hilang di dalam masjid, maka katakanlah, “Mudah-mudahan Allah tidak mengembalikannya kepadamu. Sesungguhnya masjid-masjid tidak dibangun untuk ini (sebagai tempat pengumuman barang-barang yang hilang)” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu dan dinilai shahih oleh Syeikh Al-Albani dalam at-Ta’liqot al-Hisan ‘ala Shahih Ibni Hibban, no.1649].

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu  bahwasanya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “apabila kalian melihat orang yang jual beli di dalam masjid maka katakanlah padanya, ‘Semoga Allah tidak memberi keuntungan dalam jual belimu!” [HR Tirmidzi no 1321, Hakim jilid 2 halaman 56, dan beliau berkata: Shahih menurut syarat Imam Muslim dan disetujuhi oleh Imam Adz-Zahabi Dan Syeikh Al-Albani menilai shahih dalam Al-Irwa 1295].

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallambersabda, “Akan datang suatu masa kepada sekelompok orang, di mana mereka melingkar di dalam masjid untuk berkumpul dan mereka tidak mempunyai kepentingan kecuali dunia dan tidak ada bagi kepentingan apapun pada mereka maka janganlah duduk bersama mereka” [HR al-Hakim jilid 4 halaman 359 dan dinilai hasan oleh Syaikh al-Albani].

* * *

Tuesday, March 31, 2015

MANFAAT SABAR

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya.

(QS. Al Ankabut (29) Ayat 58-59).

Membentengi diri dari Kenistaan dan Kehinaan.

Diantara kaum Nabi Musa AS ada yang tidak bersyukur dengan ni’mat yang telah Allah SWT berikan dan tidak bersabar dengan masa-masa sulit yang mereka alami. Diantara mereka ada yang menentang perintah Tuhan dan Nabi, bahkan beberapa Nabi sebelumnya dibunuh sebagai bentuk pengingkaran mereka terhadap ajaran Tuhan.

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

(QS. Al Baqarah ayat 61).

Ketidaksabaran mereka telah menyebabkan mereka menjadi nekad untuk berbuat dosa. Dan hal itu pun terjadi di masa sekarang ini. Banyak manusia yang karena tidak sabar menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya, pada akhirnya memilih untuk melakukan tindakan kriminal dan maksiat, bahkan yang lebih buruk lagi adalah dengan meninggalkan Islam, mengorbankan aqidahnya, pindah agama karena alasan keterdesakkan ekonomi.

InsyaAllah kita bisa kuat dalam bersabar sehingga terhindar dari bahaya tersebut. Dan InsyaAllah kita bisa merangkul dan membantu saudara-saudara kita sesama Muslim yang sedang dalam kesulitan, sehingga mereka dapat bersabar dengan kesulitan yang mereka hadapi. Karena sesungguhnya buah dari ketidaksabaran adalah kenistaan dan kehinaan sebagaimana yang pernah Allah SWT timpakan kepada kaum Nabi Musa AS yang tidak bersyukur dan tidak bersabar.

Mari kita ikuti tuntunan Islam, sebagaimana firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al Baqarah ayat 153).

Sabar Penawar Cobaan, pembuka Jalan menuju Keberkatan dan Petunjuk Tuhan.

Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. Al Baqarah ayat 155-157).

Hidup adalah cobaan, setiap yang bernyawa pasti akan menghadapi cobaan, namun tidak semua manusia bisa bersabar.

Tidak ada harta, jabatan, dan materi yang kita bawa saat kita lahir. Dan kelak ketika meninggal pun, kita tidak akan membawa itu semua. Karena itu bersabarlah jika mengalami cobaan terhadap hal itu. Semua yang di langit dan di bumi adalah milik Allah SWT, bahkan diri kita pun adalah milik Allah SWT. Karena semua adalah milik Allah SWT, maka ketika semua yang ada pada kita kembali kepada Allah SWT, bersabarlah.

Kisah.

Dikisahkan seorang raja yang senang berburu, tengah dalam perjalanan ke hutan melewati jurang bersama seorang pengawal andalannya untuk mengejar hewan buruan bidikan sang raja.

Namun naas, dalam perjalanan tersebut, kuda sang raja tergelincir, sang raja hampir terjatuh ke jurang, namun masih terselatkan karena tanggannya mencengkeram dan terjepit di sebuah batu.

Dalam kondisi darurat, sang pengawal segera menarik tangan sang raja dengan keras bermaksud untuk menyelamatkan sang raja agar tidak terjatuh di jurang.

Dikarenakan tarikan sang pengawal, sang raja pada akhirnya selamat namun harus menjadi cacat karena salah satu jarinya putus akibat kerasnya tarikan dari sang pengawal.

Sambil menahan rasa sakit yang amat sangat itu, sang raja memarahi pengawalnya karena dianggap tidak hati-hati ketika menarik tanggannya yang terjepit, sehingga jarinya mesti terluka dan putus.

Di puncak kemarahannya, sang raja kembali ke istana bersama pengawalnya dan kemudian memberikan hukuman penjara kepada pengawal andalannya itu.

Sang pengawal menerima keputusan raja itu dengan sabar. Dia tidak mengeluh dan dia tidak dendam kepada sang raja. Karena dia yakin dibalik setiap kejadian pasti ada manfaat dan hikmah dari Tuhannya.

Selang setelah kondisi sang raja pulih, ia sang raja kembali pergi berburu. Kali ini ia perintahkan beberapa pengawal yang gagah perkasa untuk ikut bersamanya.

Namun naas, sesampainya mereka di hutan, mereka dihadang dan ditangkap oleh sekelompok suku yang masih menyembah berhala. Hari itu adalah hari sakral bagi suku itu, dimana manusia harus dikorbankan sebagai sesembahan kepada dewa mereka.

Sebelum dibunuh untuk sesembahan, satu per satu tawanan mereka periksa terlebih dahulu. Satu per satu pengawal raja yang gagah perkasa yang telah diperiksa pada akhirnya mati dibunuh.

Tibalah giliran sang raja. Namun, ketika mereka memeriksa tubuh sang raja, mereka menemukan cacat pada tubuh sang raja. Dan cacat itu berada pada tanggan sang raja yang jarinya tidak lengkap dan tidak utuh karena ada yang terputus.

Pada akhirnya, sang raja dibebaskan dan disuruh untuk menjauh dari hutan tersebut. Raja yang tadinya sangat ketakutan berubah menjadi sangat senang dan bersyukut karena bisa terbebas dari pembunuhan.

Sesampainya di instana, ia segera menuju ke penjara menemui pengawal andalannya. Ia perintahkan kepada para penjaga penjara untuk membebaskan pengawal andalannya itu.

Sang raja sangat berterima kasih kepada pengawal andalannya. Karena sebab tarikan pengawalnya ia bisa selamat dan tidak jatuh ke jurang. Dan karena sebab tarikan pengawalnya, jarinya putus, ia menjadi cacat dan bisa terbebas dari tawanan suku musyrik yang hendak membunuh menjadikan ia sesembahan.

Seketika sang pengawal yang telah dibebaskan itu pun menyampaikan terima kasih kepada sang raja.

Raja memohon maaf kepadanya, dan berkata ia tidak perlu berterima kasih kepada sang raja, karena sang raja telah berbuat keliru dengan memenjarakan dia.

Sebaliknya, sang pengawal tetap berterima kasih kepada sang raja dan lebih-lebih lagi kepada Tuhannya. Karena buah dari kesabarannya, ia menjadi paham dengan hikmah dibalik kejadian itu.

Sekiranya ia tidak dimasukkan ke dalam penjara oleh sang raja, maka boleh jadi ia juga akan diperintahkan ikut berburu. Dan jika ia masuk ke hutan itu bersama raja, maka sudah pasti ia akan dibunuh menjadi sesembahan suku musyrik, karena ia tidak memiliki cacat di tubuhnya.

Sahabat Majelis yang di rahmati Allah SWT, selalu ada hikmah di balik setiap cobaan dan takdir Tuhan. Bersabarlah, karena sesungguhnya pasti ada kebaikan yang sudah menanti kita di akhir cobaan itu. Sesunggunhnya Allah SWT menjanjikan keberkatan yang sempurna, rahmat dan petunjuk bagi orang-orang yang sabar. Dan Allah SWT berfirman:” Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (nya)”. (QS. Yunus ayat 55).

Sabar memperkuat aqidah, melahirkan perbuatan baik dan mendapatkan pahala ganda dari Tuhan.

Allah SWT berfimran: “Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Qur’an, mereka beriman (pula) dengan Al Qur’an itu. Dan apabila dibacakan (Al Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan”. (QS. Al-Qashash ayat 52-54).

Demikian teladan dan hikmah yang bisa kita jadikan tuntunan dari orang-orang sebelum kita. Buah dari Iman kepada Allah SWT dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup adalah dorongan jiwa untuk menjadi sabar dan gemar berbuat kebaikan. InsyaAllah kita bisa menjadi orang-orang yang sabar, yang selalu menolak kejahatan dengan kebaikan, yang terus beramal shaleh dan mendapatkan kebaikan yang banyak & besar dari Allah SWT.

* * *

Monday, February 2, 2015

MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 22)

“Dan (apa saja) musibah yang menimpa kamu maka (itu) adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)”.

(Al – Qur’an Surah Asy Syura ayat 30).

KUMPULAN NOMOR 106

BUKAN GOLONGAN YANG BAIK

Telah mengabarkan kepada kami ‘Amr bin ‘Ali dia berkata; telah menceritakan kepada kami Sulaiman bin Harb dia berkata; telah menceritakan kepada kami Syu’bah dari ‘Auf dari Khalid Al Ahdab dari Shafwan bin Muhriz dia berkata; Abu Musa pernah jatuh pingsan, kemudian orang-orang menangisinya, lalu ia berkata, “Aku berlepas diri dari kalian sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berlepas diri (dan mengatakan): “Bukan golongan kami, orang-orang yang mencukur (rambut kepala dan jenggot), merobek (pakaian) dan meratap (larut dalam kesedihan) ketika tertimpa musibah”. (HR. Nasai nomor 1838).

KUMPULAN NOMOR 107

ORANG YANG PALING BERAT COBAANNYA

Telah mengabarkan kepada kami Abu Nu’aim telah menceritakan kepada kami Sufyan dari ‘Ashim dari Mush’ab bin Sa’d dari Sa’ad ia berkata; Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam pernah ditanya; Siapakah orang yang paling berat cobaannya? Beliau menjawab: “Para nabi, kemudian orang-orang yang mulia sesudahnya (derajat keimanannya setingkat di bawahnya), dan orang-orang yang mulia sesudahnya )derajat keimanannya setingkat di bawahnya). Seseorang akan diuji sesuai dengan tingkat agamanya. Jika agamanya teguh, maka ia akan bertambah teguh, namun jika agamanya lemah maka ia pun bertambah lemah. Musibah akan terus menimpa seorang hamba hingga ia berjalan di muka bumi ini tanpa ada satu dosa pada dirinya.”. (HR. Darimi nomor 2664).

KUMPULAN NOMOR 108

TALBINAH

Telah menceritakan kepada kami Hibban bin Musa telah mengabarkan kepada kami Abdullah telah mengabarkan kepada kami Yunus bin Yazid dari ‘Uqail dari Ibnu Syihab dari ‘Urwah dari ‘Aisyah radliallahu ‘anha menganjurkan mengkonsumsi talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) bagi orang yang sakit dan orang yang sedih karena musibah yang menimpanya, ia juga berkata; “Sesungguhnya saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya talbinah (adonan yang terbuat dari gandum dan buah kurma) itu dapat membantu menyembuhkan orang yang sakit dan membantu menghilangkan kesedihan”. (HR. Bukhari nomor 5257).

KUMPULAN NOMOR 109

TANGISAN KEPADA MAYIT

Dari Ibnu Abbas bahwa ‘Aisyah r.a berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah menambah siksaan terhadap orang kafir, karena tangisan keluarganya atas kematiannya.”. Abdullah berkata; Selanjutnya Aisyah berkata; Cukuplah firman Allah ini sebagai dalil bagi kalian, “Dan orang yang berdosa, tidak akan memikul dosa orang lain”. (HR. Muslim nomor 1544).

Ada yang mengatakan bahwa mayit akan disiksa karena tangisan keluarga. Ketika hal tersebut didengar oleh Aisyah r.a, maka ia menyampaikan hadits tersebut diatas. Islam menuntun kita untuk tidak berlebihan dalam bersedih terhadap orang yang meninggal dunia dan mayit (orang beriman) tidak akan disiksa karena ditangisi.

KUMPULAN NOMOR 110

MUSIBAH MENGGUGURKAN DOSA MUSLIM

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Al A’masy dari Ibrahim At Taimi dari Al Harits bin Suwaid dari Abdullah radliallahu ‘anhu; saya pernah menjenguk Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sakit, sepertinya beliau sedang merasakan rasa sakit, kataku selanjutnya; “Sepertinya anda sedang merasakan rasa sakit yang amat berat, oleh karena itulah anda mendapatkan pahala dua kali lipat.” Beliau menjawab: “Benar, tidaklah seorang muslim yang tertimpa musibah melainkan Allah akan menggugurkan kesalahan-kesalahannya sebagaimana pohon menggugurkan dedaunannya.”. (HR. Bukhari  nomor 5215).

* * *

Monday, January 19, 2015

MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 21)




MUSIBAH (KUMPULAN HADITS MI-114 EDISI 21)

“Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar,(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, "Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun". Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”.

(Al - Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 155-157).

KUMPULAN NOMOR 101
ISTIRJA


Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah mengabarkan kepada kami Tsabit, dari Ibnu Umar bin Abu Salamah, dari ayahnya dari Ummu Salamah, ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila salah seorang diantara kalian tertimpa musibah maka hendaknya ia mengucapkan;

“INNAA LILLAAHI WA INNAA ILAIHI RAAJI'UUN ALLAAHUMMA 'INDAKA AHTASIBU MUSHIIBATII FA  AJIRNII FIIHAA WA ABDIL LII BIHAA KHAIRAN MINHAA” (yang artinya):“sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepadaNya kami akan kembali. Ya Allah aku mengharapkan kebaikan pada musibahku dan berilah aku kebaikan padanya dan gantikanlah (yang habis akibat musibah) untukku yang lebih baik darinya”.

(HR Abu Daud nomor 2712).

KUMPULAN NOMOR 102
KEUTAMAAN ISTIRJA

Telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah berkata, telah menceritakan kepada kami Waki' Ibnul Jarrah dari Hisyam bin Ziyad dari Ibnunya dari Fathimah binti Al Husain dari Bapaknya ia berkata, "Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Barangsiapa tertimpa musibah kemudian teringat kejadian tersebut lalu mengucapkan istirja (ucapan Inna Lillaahi wa Inna Ilaihi Raaji'uun), meskipun kejadiannya telah berlalu, maka Allah tetap akan menulis pahalanya.".

(HR. Ibnu Majah nomor 1589).

Jangan mencaci maki musibah dan jangan juga mengeluhkan musibah. Gunakan lisan kita untuk mengucapkan istirja adalah jauh lebih bermanfaat dari sekedar marah-marah atau mengucapkan kata-kata putus asah.

KUMPULAN NOMOR 103
PERUMPAMAAN ORANG MUKMIN

Telah menceritakan kepada kami Al Hasan bin Ali Al Khallal dan yang lain, mereka berkata; telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Sa'id bin Al Musayyab dari Abu Hurairah ia berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Perumpamaan orang mu`min seperti tanaman, angin senantiasa menerpanya (ke kiri dan ke kanan) dan orang mu`min itu akan senantiasa tertimpa musibah, sedangkan perumpamaan orang munafik seperti pohon padi, tidaklah ia bergerak hingga di ketam." Abu Isa berkata; Hadits ini hasan shahih.

(HR. Tirmidzi nomor 2792).

Sabar, tawakal kepada Allah dan teruslah berikhtiar pasca tertimpa musibah. Karena sesungguhnya orang yang lebih kuat adalah orang yang mampu bangkit dari keterpurukan setelah tertimpa musibah.

KUMPULAN NOMOR 104
JANGAN BERANGAN-ANGAN UNTUK MATI

Telah menceritakan kepada kami Ibnu Salam telah mengabarkan kepada kami Isma'il bin 'Ulayyah dari Abdul Aziz bin Shuhaib dari Anas radliallahu 'anhu dia berkata; Rasulullah Shallallahu 'alahi wasallam bersabda: "Janganlah salah seorang dari kalian berangan-angan untuk mati karena musibah yang menimpanya, kalau memang hal itu harus, hendaknya ia mengatakan; "Ya Allah, hidupkanlah aku jika kehidupan itu baik untukku, dan matikanlah aku jika kematian itu baik bagiku.".

(HR. Bukhari nomor 5874).

Jangan larut dalam kesedihan ketika tertimpa musibah, karena yakinlah bahwa musibah bagi orang-orang yang beriman adalah penghapus dosa dan ujian untuk meningkatkan derajat iman kita menjadi lebih tinggi di sisi Allah SWT.

KUMPULAN NOMOR 105
BOLEH MEMINTA

Telah menceritakan kepada kami Musaddad dan Abu Nu'aim dari Hammad bin Zaid dari Harun bin Riyab dari Kinanah bin Nu'aim dari Qabishah bin Mukhariq Al Hilali, ia berkata, "Aku menanggung sebuah denda, maka aku pun datang menemui Nabi shallallahu 'alaihi wasallam dan menanyakannya kepada beliau, lalu beliau bersabda: "Tunggulah wahai Qabishah, hingga datang Zakat kepada kami dan kami bisa memberikannya kepada kamu." Kemudian beliau bersabda lagi: "Wahai Qabishah, sesungguhnya meminta-minta tidaklah halal kecuali bagi salah satu dari tiga orang, yaitu seseorang yang menanggung denda, seseorang yang tertimpa musibah yang menghabiskan hartanya, dan seseorang yang tertimpa kefakiran hingga tiga orang yang berakal sempurna dari kaumnya mengatakan bahwa ia telah tertimpa kefakiran. Mereka boleh meminta sampai mendapatkan penopang hidup atau dapat menutupi kebutuhan hidup, kemudian hendaklah mereka menahan diri. Wahai Qabishah, meminta-minta dari selain itu adalah dosa, dan  makan (dengan uang hasil meminta-minta) adalah dosa.".

(HR. Darimi nomor 1616).

* * *

Thursday, March 27, 2014

JANGAN LALAI KARENA URUSAN DUNIA


Aqidah akan tercermin dari pandangan hidup manusia dan bagaimana cara manusia itu hidup. Dalam tuntunan Islam, orang-orang yang memiliki aqidah yang lurus memiliki salah satu sifat yang disebut "zuhud". Istilah zuhud punya kaitan erat dengan istilah "hubbud dun'ya".

Apa itu zuhud dan apa itu hubbud dun'ya ? Jawaban singkatnya: Hubbud dun'ya adalah cinta manusia kepada dunia lebih daripada cintanya kepada Allah swt. Sementara zuhud adalah sifat yang sebaliknya.

Dalam Al-Qur'an perumpamaan kehidupan duniawi adalah sebagai berikut: Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanaman tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang yang berpikir. (QS. Yunus (10) Ayat 24).

Dalam ayat tersebut manusia diajak dan diajarkan untuk berpikir. Tujuan dari ajakan dan ajaran tersebut adalah agar manusia memberikan perhatian yang utama kepada tuntunan Islam yang tertuang dalam Al-Qur'an. Tuntunan-tuntunan itulah yang disebut "ilmu". Beberapa ulama bahkan menjelaskan bahwa hanya disebut ilmu apabila pengetahuan yang dimiliki manusia itu bisa mengantarkannya kepada sifat zuhud.
Bagaimana jika kita menolak ajakan dan ajaran tersebut ? Dalam tuntunan Islam,  merujuk pada kisah kaum Nabi-Nabi terdahulu, dijelaskan bahwa orang-orang yang sudah diajak dan diajarkan tetapi tidak mengikuti, disebut sebagai orang-orang yang sombong. Dalam Al-Qur'an, Allah swt berfirman:

Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar dari tanda-tanda kekuasaan-Ku. Mereka jika melihat tiap-tiap ayat (Ku), mereka tidak beriman kepadanya. Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak mau menempuhnya, tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan, mereka terus menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai daripadanya. (QS. Al – A'raaf (7) Ayat 146).

Sebagai catatan, dalam Tafsir Al-Azhar oleh Buya Hamka dijelaskan bahwa turunnya ayat ini adalah sebagai pelajaran bagi kaum Nabi Muhammad saw atas sifat kaumnya Nabi Musa as, khususnya terkait dengan kesombongan Fir'aun. Dari ayat tersebut, sudah jelas dapat kita pahami bahwa orang-orang yang sombong adalah orang-orang yang enggan untuk memperhatikan ayat-ayat Qur'an. Selanjutnya kita diperingatkan bahwa keengganan tersebut menjadi salah satu sebab jin dan manusia akan ditransfer ke neraka setelah selesai berlaga di dunia. Mari kita perhatikan ayat berikut:

Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahanam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai. (QS. Al – A'raaf (7) Ayat 179).

Dalam tafsir Al-Azhar, Buya Hamka menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan sombong adalah sifat takabur kepada ilmu Allah swt. Merasa ilmu-ilmu yang lain lebih penting dan lebih benar dibanding ilmu-ilmu Islam. Namun ada hal-hal tertentu yang tidak dikategorikan sebagai sifat sombong, yaitu meninggikan ilmu Islam. Ia menceritakan bahwa Imam Malik pernah diminta menghadap kepada Khalifah Muawiyah, untuk menerangkan tuntunan Islam. Saat datang utusan Khalifah menyampaikan maksud tersebut, beliau berkata "Ilmu itu didatangi bukan mendatangi". Maksud dari kalimat itu adalah jika anda ingin mendapatkan ilmu maka andalah yang selayaknya mencari dan menemui, bukan anda menunggu dan memerintahkan agar ilmu itu datang kepada anda. Pada akhirnya Khalifah Muawiyah datang ke rumah Imam Malik yang kalah megah dibanding Istana Khalifah untuk belajar disana.

Insyaallah penjelasan dari ayat-ayat tersebut, bisa menjadi "ilmu" untuk kita amalkan dan kita sampaikan kepada orang-orang yang kita sayangi agar tidak lalai dan semakin aktif serta istiqamah dalam mempelajari tuntunan Islam.

* * *