Dari Abu Ayyub Al Anshariy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”
(Hadits Riwayat Muslim, nomor 1164).
* * * * *
Berbagi Ilmu, Menuju Rahmatan Lil'Alamin
Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.
Foto bersama bulan Ramadhan 2013
Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014
Dari Abu Ayyub Al Anshariy, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barang siapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.”
(Hadits Riwayat Muslim, nomor 1164).
* * * * *
A’isyah Radhiyallahu anhuma menceritakan:
“Aku tidak pernah melihat Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhân dan aku tidak pernah melihat beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam puasa lebih banyak dalam sebulan dibandingkan dengan puasa beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Sya’bân.“.
Hadits Riwayat Bukhari nomor 1969 dan Muslim nomor 1156 dan 176.
* * *
Dari Nubaisyah Al Hudzali, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hari-hari tasyriq adalah hari menikmati makanan dan minuman.” (Hadits Riwayat Muslim nomor 1141). Hari tasyriq yaitu tanggal 11, 12 dan 13 Dzulhijjah (3 hari setelah Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah). Hari tasyriq disebut yaumul qarr karena pada saat itu orang yang berhaji berdiam di Mina. Imam Nawawi berkata, “Ini adalah dalil tidak boleh sama sekali berpuasa pada hari tasyriq.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 18).
* * *