Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Friday, September 4, 2015

PENERIMA MANFAAT BULAN AGUSTUS 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Syawal-Dzulqadah 1436H / Agustus 2015, penerima manfaat kegiatan penyaluran dana Baitul Mal MI-114 adalah 6 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan lansia pedagang kecil, 2 laki-laki petugas kebersihan, dan 3 laki-laki pemulung sampah di daerah Jatinegara (Jakarta Timur), Grogol (Jakarta Barat), dan Kebayoran Baru (Jakarta Selatan).

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Sunday, August 2, 2015

PENERIMA MANFAAT BULAN JULI 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Ramadhan-Syawal 1436H / Juli 2015, penerima manfaat kegiatan Baitul Mal MI-114 adalah 6 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 laki-laki cleaning service dan penjaga Mushala, 1 laki-laki pemulung sampah, 1 laki-laki pedagang air keliling, dan 3 laki-laki petugas kebersihan di daerah Cengkareng, Banten dan Jakarta Barat.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114
 
* * *



Saturday, July 25, 2015

SALAM IDUL FITRI 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
 

Allah SWT berfirman: “……..Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangan (puasa ramadhan) nya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah (ber-Takbir dan memuji kebesaran Allah SWT) atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur”. (Qur’an Surah Al Baqarah ayat 185).

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillah kita telah berhasil menunaikan ibadah Ramadhan 1436H. Di bulan Syawal yang istimewa ini, Majelis Ilmu 114 mohon maaf lahir batin terhadap segala kehilafan dan hal-hal yang kurang berkenan dalam proses dakwah melalui media publik ini.

Kita berdo’a memohon kepada Allah SWT agar setiap amal kita bernilai ibadah dan di-ridhai-Nya. InsyaAllah setelah Ramadhan, ibadah kita bisa istiqamah dan kita dipertemukan kembali dengan Ramadhan 1437H dalam kondisi yang lebih baik sebagai Mukmin dan Muslim yang bertaqwa.

Salam Idul Fitri 1436H

a.n Majelis Ilmu 114

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

PENYALURAN INFAQ BULAN JUNI 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada tanggal 10 Ramadhan 1436H / 27 Juni 2015, MI-114 telah menyalurkan Infaq kepada 3 orang Mustahiq yang terdiri dari 1 perempuan pedagang tisu dan 2 laki-laki pemulung sampah di daerah Ciledug Kreo, Tangerang Kota dan Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Lumbung Amal Shalih (LASH) dan Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Friday, June 26, 2015

SALAM RAMADHAN 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,”

(QS. Al Baqarah (2) Ayat 183).

Salam Ramadhan 1436 Hijriyah, Mohon Maaf Lahir dan Batin.

Kita memohon kepada Allah SWT agar diberikan limpahan rahmat-Nya di 10 hari pertama bulan Ramadhan, diberikan maghfirah di 10 hari pertengahan bulan Ramadhan, dan di 10 hari terakhir bulan Ramadhan kita diridhai Allah SWT dengan dijauhkan dari Neraka serta ditakdirkan menjadi ahlu Surga, Amin Ya Arhama Rahimin.


10 hari pertama bulan Ramadhan adalah sesi Rahmah, InsyaAllah dengan memperbanyak dzikir “irhamna Ya Arhama Rahimin” kita semua diberikan rahmah Allah SWT yang berlimpah sepanjang hidup kita. Hidup penuh syukur atas setiap rahmat Allah SWT jauh lebih baik daripada hidup bergelimang harta yang dilandasi dengan kekufuran.

Segerakan berbuka puasa tepat pada waktunya, berbuka puasa lah dengan makan kurma, kendalikan konsumsi kita dengan porsi 1/3 untuk makanan, 1/3 untuk minuman, dan 1/3 untuk udara, akan menjadikan buka puasa kita diliputi barakah dari Allah SWT. Dan sekiranya mampu, berikanlah makan dan minum untuk buka puasa kepada sesama Muslim, maka Allah SWT akan tambahkan pahala puasa kita sebanyak pahala puasa orang yang makan dan minum tersebut.

Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa melakukan qiyam (Shalat Tarawih di bulan) Ramadhan karena iman dan mencari pahala (keridhaan Allah SWT), maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759). Jangan tinggalkan Shalat Tarawih, karena ia hanya ada di bulan Ramadhan. Jika terlewat tahun ini, sesungguhnya waktu yang telah berlalu tidak dapat dikembalikan, dan menunggu satu tahun kedepan adalah suatu ketidakpastian karena belum tentu umur kita sampai tahun depan. Jangan permasalahkan pilihan Shalat 20 raka’at atau 8 raka’at, yang utama adalah dirikanlah Shalat Tarawih sesuai Sunnah, karena sesungguhnya mereka yang merugi adalah yang memililh untuk tidak mendirikan Shalat Tarawih.

Orang-orang yang berpuasa disunnahkan untuk mengakhirkan waktu Sahur nya menjelang (sebelum) Subuh. Dengan demikian InsyaAllah Shalat Subuh kita bisa lebih terjaga. Jangan tinggalkan Sahur, karena sesungguhnya salah satu barakah bulan Ramadhan terletak pada makan minum saat Sahur. Jangan begadang untuk Sahur, tetapi tidurlah terlebih dahulu, karena keutamaan Sahur adalah di saat kita bangun meninggalkan tidur yang nyenyak hanya untuk mencari barakah dari Allah SWT. Barangsiapa yang karena cinta kepada Allah SWT dia tinggalkan kenikmatan dunia, maka Allah SWT tidak akan menyia-nyiakan cinta hamba-Nya. Limpahan Rahmat, Ampunan dan Surga Allah SWT telah menantinya.

Tuesday, June 9, 2015

PENYALURAN INFAQ BULAN MEI 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Sabtu, 5 Sya’ban 1436H / 23 Mei 2015, MI-114 telah menyalurkan Infaq kepada 10 orang Anak Yatim dan Dhuafa di daerah Lebak Bulus, Fatmawati, Jakarta Selatan.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya donator yang telah memberikan donasi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Friday, May 15, 2015

PENYALURAN INFAQ BULAN APRIL 2015

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,
Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.
Pada Hari Kamis, 11 Rajab 1436H / 30 April 2015, MI-114 telah menyalurkan Infaq kepada 3 orang Mustahiq di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (dokumentasi terlampir). Penerima manfaat adalah 1 orang laki-laki pedagang tisu, dan 2 orang perempuan dengan pekerjaan sebagai officeboy.
Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.
InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin
Salam ShemangatzZz,
Imam Majelis Ilmu 114
* * *

Thursday, April 2, 2015

SILATURAHIM BULANAN MI-114 KE-15 TAHUN 1436H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammua’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada Hari Ahad, 1 Jumadil Akhir 1436H / 22 Maret 2015 telah dilaksanakan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-15. Pada kesempatan tersebut, Majelis Ilmu 114 menghadiri acara Pengajian di kediaman Penasihat dan Sahabat Majelis, serta telah menyalurkan Infaq kepada 3 orang Mustahiq di Kota Bekasi, Jawa Barat (dokumentasi terlampir). Penerima manfaat adalah 1 orang anak perempuan dengan pekerjaan pemulung sampah, dan 2 orang laki-laki dengan pekerjaan pemulung sampah/petugas kebersihan.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Kontributor, serta Para Sahabat Majelis, khususnya Lumbung Amal Shalih (LASH) yang telah memberikan donasi dan kontribusi untuk pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Tuesday, March 31, 2015

MANFAAT SABAR

Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam surga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal, (yaitu) yang bersabar dan bertawakal kepada Tuhannya.

(QS. Al Ankabut (29) Ayat 58-59).

Membentengi diri dari Kenistaan dan Kehinaan.

Diantara kaum Nabi Musa AS ada yang tidak bersyukur dengan ni’mat yang telah Allah SWT berikan dan tidak bersabar dengan masa-masa sulit yang mereka alami. Diantara mereka ada yang menentang perintah Tuhan dan Nabi, bahkan beberapa Nabi sebelumnya dibunuh sebagai bentuk pengingkaran mereka terhadap ajaran Tuhan.

Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu: sayur-mayur, ketimun, bawang putih, kacang adas dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil sesuatu yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpakanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas.

(QS. Al Baqarah ayat 61).

Ketidaksabaran mereka telah menyebabkan mereka menjadi nekad untuk berbuat dosa. Dan hal itu pun terjadi di masa sekarang ini. Banyak manusia yang karena tidak sabar menghadapi masa-masa sulit dalam hidupnya, pada akhirnya memilih untuk melakukan tindakan kriminal dan maksiat, bahkan yang lebih buruk lagi adalah dengan meninggalkan Islam, mengorbankan aqidahnya, pindah agama karena alasan keterdesakkan ekonomi.

InsyaAllah kita bisa kuat dalam bersabar sehingga terhindar dari bahaya tersebut. Dan InsyaAllah kita bisa merangkul dan membantu saudara-saudara kita sesama Muslim yang sedang dalam kesulitan, sehingga mereka dapat bersabar dengan kesulitan yang mereka hadapi. Karena sesungguhnya buah dari ketidaksabaran adalah kenistaan dan kehinaan sebagaimana yang pernah Allah SWT timpakan kepada kaum Nabi Musa AS yang tidak bersyukur dan tidak bersabar.

Mari kita ikuti tuntunan Islam, sebagaimana firman Allah SWT: “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan (mengerjakan) salat, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar”. (QS. Al Baqarah ayat 153).

Sabar Penawar Cobaan, pembuka Jalan menuju Keberkatan dan Petunjuk Tuhan.

Allah SWT berfirman: “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan, “Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji`uun”. Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka, dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk”. (QS. Al Baqarah ayat 155-157).

Hidup adalah cobaan, setiap yang bernyawa pasti akan menghadapi cobaan, namun tidak semua manusia bisa bersabar.

Tidak ada harta, jabatan, dan materi yang kita bawa saat kita lahir. Dan kelak ketika meninggal pun, kita tidak akan membawa itu semua. Karena itu bersabarlah jika mengalami cobaan terhadap hal itu. Semua yang di langit dan di bumi adalah milik Allah SWT, bahkan diri kita pun adalah milik Allah SWT. Karena semua adalah milik Allah SWT, maka ketika semua yang ada pada kita kembali kepada Allah SWT, bersabarlah.

Kisah.

Dikisahkan seorang raja yang senang berburu, tengah dalam perjalanan ke hutan melewati jurang bersama seorang pengawal andalannya untuk mengejar hewan buruan bidikan sang raja.

Namun naas, dalam perjalanan tersebut, kuda sang raja tergelincir, sang raja hampir terjatuh ke jurang, namun masih terselatkan karena tanggannya mencengkeram dan terjepit di sebuah batu.

Dalam kondisi darurat, sang pengawal segera menarik tangan sang raja dengan keras bermaksud untuk menyelamatkan sang raja agar tidak terjatuh di jurang.

Dikarenakan tarikan sang pengawal, sang raja pada akhirnya selamat namun harus menjadi cacat karena salah satu jarinya putus akibat kerasnya tarikan dari sang pengawal.

Sambil menahan rasa sakit yang amat sangat itu, sang raja memarahi pengawalnya karena dianggap tidak hati-hati ketika menarik tanggannya yang terjepit, sehingga jarinya mesti terluka dan putus.

Di puncak kemarahannya, sang raja kembali ke istana bersama pengawalnya dan kemudian memberikan hukuman penjara kepada pengawal andalannya itu.

Sang pengawal menerima keputusan raja itu dengan sabar. Dia tidak mengeluh dan dia tidak dendam kepada sang raja. Karena dia yakin dibalik setiap kejadian pasti ada manfaat dan hikmah dari Tuhannya.

Selang setelah kondisi sang raja pulih, ia sang raja kembali pergi berburu. Kali ini ia perintahkan beberapa pengawal yang gagah perkasa untuk ikut bersamanya.

Namun naas, sesampainya mereka di hutan, mereka dihadang dan ditangkap oleh sekelompok suku yang masih menyembah berhala. Hari itu adalah hari sakral bagi suku itu, dimana manusia harus dikorbankan sebagai sesembahan kepada dewa mereka.

Sebelum dibunuh untuk sesembahan, satu per satu tawanan mereka periksa terlebih dahulu. Satu per satu pengawal raja yang gagah perkasa yang telah diperiksa pada akhirnya mati dibunuh.

Tibalah giliran sang raja. Namun, ketika mereka memeriksa tubuh sang raja, mereka menemukan cacat pada tubuh sang raja. Dan cacat itu berada pada tanggan sang raja yang jarinya tidak lengkap dan tidak utuh karena ada yang terputus.

Pada akhirnya, sang raja dibebaskan dan disuruh untuk menjauh dari hutan tersebut. Raja yang tadinya sangat ketakutan berubah menjadi sangat senang dan bersyukut karena bisa terbebas dari pembunuhan.

Sesampainya di instana, ia segera menuju ke penjara menemui pengawal andalannya. Ia perintahkan kepada para penjaga penjara untuk membebaskan pengawal andalannya itu.

Sang raja sangat berterima kasih kepada pengawal andalannya. Karena sebab tarikan pengawalnya ia bisa selamat dan tidak jatuh ke jurang. Dan karena sebab tarikan pengawalnya, jarinya putus, ia menjadi cacat dan bisa terbebas dari tawanan suku musyrik yang hendak membunuh menjadikan ia sesembahan.

Seketika sang pengawal yang telah dibebaskan itu pun menyampaikan terima kasih kepada sang raja.

Raja memohon maaf kepadanya, dan berkata ia tidak perlu berterima kasih kepada sang raja, karena sang raja telah berbuat keliru dengan memenjarakan dia.

Sebaliknya, sang pengawal tetap berterima kasih kepada sang raja dan lebih-lebih lagi kepada Tuhannya. Karena buah dari kesabarannya, ia menjadi paham dengan hikmah dibalik kejadian itu.

Sekiranya ia tidak dimasukkan ke dalam penjara oleh sang raja, maka boleh jadi ia juga akan diperintahkan ikut berburu. Dan jika ia masuk ke hutan itu bersama raja, maka sudah pasti ia akan dibunuh menjadi sesembahan suku musyrik, karena ia tidak memiliki cacat di tubuhnya.

Sahabat Majelis yang di rahmati Allah SWT, selalu ada hikmah di balik setiap cobaan dan takdir Tuhan. Bersabarlah, karena sesungguhnya pasti ada kebaikan yang sudah menanti kita di akhir cobaan itu. Sesunggunhnya Allah SWT menjanjikan keberkatan yang sempurna, rahmat dan petunjuk bagi orang-orang yang sabar. Dan Allah SWT berfirman:” Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (nya)”. (QS. Yunus ayat 55).

Sabar memperkuat aqidah, melahirkan perbuatan baik dan mendapatkan pahala ganda dari Tuhan.

Allah SWT berfimran: “Orang-orang yang telah Kami datangkan kepada mereka Al Kitab sebelum Al Qur’an, mereka beriman (pula) dengan Al Qur’an itu. Dan apabila dibacakan (Al Qur’an itu) kepada mereka, mereka berkata: “Kami beriman kepadanya; sesungguhnya; Al Qur’an itu adalah suatu kebenaran dari Tuhan Kami, sesungguhnya Kami sebelumnya adalah orang-orang yang membenarkan (nya). Mereka itu diberi pahala dua kali disebabkan kesabaran mereka, dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan, dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan”. (QS. Al-Qashash ayat 52-54).

Demikian teladan dan hikmah yang bisa kita jadikan tuntunan dari orang-orang sebelum kita. Buah dari Iman kepada Allah SWT dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup adalah dorongan jiwa untuk menjadi sabar dan gemar berbuat kebaikan. InsyaAllah kita bisa menjadi orang-orang yang sabar, yang selalu menolak kejahatan dengan kebaikan, yang terus beramal shaleh dan mendapatkan kebaikan yang banyak & besar dari Allah SWT.

* * *