Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Wednesday, October 22, 2014

SILATURAHIM BULANAN MI-114 KE-7 TAHUN 1435H

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

 Assalammua'alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

 "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. (Ikutilah) agama orang tuamu Ibrahim. Dia (Allah) telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu, dan (begitu pula) dalam (Al Qur'an) ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong".
(Al-Qur'an Surah Al Hajj ayat 78).

Alahmdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam. Kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis Ilmu 114 ke-7 Tahun 1435 telah diselenggarakan pada hari Sabtu, tarikh 14 Ramadhan 1435H / 12 Juli 2014 di Kota Depok.

 SLB MI-114 KE-7 - minisize

Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Silaturahim tersebut diantaranya adalah Shalat Maghrib, Isya dan Tarawih berjama'ah di Masjid Dian Al Mahri  / Masjid Kubah Emas dan penyaluran Zakat Mal dan Infaq untuk Anak-Anak Fakir Miskin melalui Yayasan DOMYADHU (Dompet Yatim dan Dhu'afa), di Kota Depok.

Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-7 Tahun 1435H / 2014M dapat terlaksana.

InsyaAllah upaya yang telah kita lakukan bisa bermanfaat besar, menjadi baraqah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah.
 Walhamdulillahi Rabbil Alamin
 Salam ShemangatzZz,
 Imam Majelis Ilmu 114

* * *

Sunday, July 20, 2014

RAIH TAQWA RAMADHAN

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim
Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa,
(QS. Al Baqarah (2) Ayat 183).
Taqwa
Orang-orang yang bertaqwa adalah orang-orang yang hidup sesuai dengan tuntunan Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 2-5:
“Kitab (Al Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa, (yaitu) mereka yang beriman kepada yang gaib, yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian rezki yang Kami anugerahkan kepada mereka, dan mereka yang beriman kepada Kitab (Al Qur’an) yang telah diturunkan kepadamu dan Kitab-kitab yang telah diturunkan sebelummu, serta mereka yakin akan adanya (kehidupan) akhirat. Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka, dan merekalah orang-orang yang beruntung.”.
Salah satu bukti kegembiraan umat Islam dalam menyambut Ramadhah adalah dengan mewarnai hari-hari di dalam bulan Ramadhan dengan belajar dan mengajarkan Qur’an.
Qur’an bukan cuma di baca, tetapi juga difahami maknanya. Qur’an bukan cuma di lisan tetapi juga diamalkan dengan perbuatan.
Ramadhan menjadikan Umat Islam sebagai Umat yang bijaksana.
Allah SWT berfimran dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184:
“… Maka barang siapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. … “.
Allah SWT memberikan keringanan kepada kita, sesuai dengan kondisi kita, meskipun terhadap sesuatu yang Ia wajibkan. Salah satu implikasi nilai ini dalam membangun system kehidupan adalah seorang pemimpin, baik dalam lingkup keluarga, lingkungan, organisasi, ataupun Negara haruslah bijak dalam memahami kondisi umat yang dipimpin.
Jangan gunakan kemampuan dan kewenangan anda untuk mempersulit dan menghambat kebaikan bagi orang lain. Boleh tegas, boleh disipilin, tetapi jangan memaksakan sesuatu kepada seseorang diluar dari kemampuannya. Umat Islam harus bijaksana. Tetapi keringanan bukan berarti lepas tanggung jawab. Penuhi kewajiban puasa dan jadilah umat yang bertanggung jawab.
Ramadhan menjadikan Umat Islam sebagai Umat yang bertanggung jawab.
Puasa yang anda tinggalkan harus anda ganti. Ini adalah tuntan Islam kepada kita umat Islam. Kita dituntun untuk menjadi orang yang bertanggung jawab.
Jangan jadi umat yang lemah. Jangan hanya karena ngantuk, kita tinggalkan ibadah sahur. Jangan hanya karena sibuk kerja, belajar, atau aktivitas lainnya, kita rela tinggalkan shalat. Jangan hanya karena lapar, kita nekad merampas hak orang lain. Jangan karena nafsu, kita biarkan diri kita terjerumus dalam perbuatan maksiat.
Segala sesuatu yang kita perbuat harus kita pertanggung jawabkan. Segala sesuatu yang telah Allah wajibkan kepada kita, harus kita penuhi. Dan segala sesuatu yang telah Allah haramkan kepada kita, harus kita tinggalkan.
Jadilah umat islam yang bertanggung jawab. Jadilah umat yang lebih takut kepada dosa daripada takut kepada resiko kerugian di dunia. Jadilah umat yang lebih takut kepada Allah SWT, daripada takut kepada bos, atau manusia yang berkuasa.
Ramadhan menjadikan Umat Islam sebagai Umat yang ikhlas dalam berbagi kebaikan.
Allah SWT berfimran dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 184: “ … Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barang siapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”.
Salah satu kompensasi terhadap kewajiban puasa adalah dengan berbagi kebaikan. Umat Islam selalu dituntun untuk menyebar manfaat. Orang yang sukses puasanya adalah orang yang kegemarannya untuk membantu fakir miskin terus semakin meningkat setelah Ramadhan. Dan yang utama adalah semuanya dilakukan karena Allah SWT. Itulah ikhlas, dan untuk itulah kita puasa.
Ikhlas adalah melakukan sesuatu karena Allah SWT, bukan karena yang lain. Jadilah kita umat yang rela untuk tinggalkan segala sesuatu karena Allah SWT, dan jangan pernah tinggalkan Allah SWT karena sesuatu.
Ramadhan menjadikan Umat Islam sebagai Umat yang bersyukur.
Allah SWT berfimran dalam Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 185: “ … Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya (puasa) dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.”.
Banyak hal dalam puasa yang mengarahkan kita untuk menjadi insan yang selalu bersyukur. Disaat berbuka puasa, kita bisa merasakan ni’mat makan dan minum yang mungkin dalam beberapa waktu kita abaikan. Orang baru bisa merasakan ni’matnya makan dan minum ketika dia sudah merasakan lapar. Jika tidak ada kewajiban puasa, maka boleh jadi orang-orang yang mampu dan kaya akan lupa untuk mensyukuri ni’mat makan dan minum, disebabkan karena mereka tidak pernah dalam kondisi lapar.
Perbanyaklah mengucap Alhamdulillah, karena kita masih sehat, karena kita masih bisa merasakan ni’matnya menjadi muslim bersaudara yang bisa menghidupkan hari-hari di bulan Ramadhan dengan Tarawih dan Tadarus bersama.
Pesan Nabi SAW dan Keutamaan Ibadah Puasa Ramadhan.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Shaum itu benteng, maka (orang yang melaksanakannya) janganlah berbuat kotor (rafats) dan jangan pula berbuat bodoh. Apabila ada orang yang mengajaknya berkelahi atau menghinanya maka katakanlah aku sedang shaum (ia mengulang ucapannya dua kali).
Dan demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya, sungguh bau mulut orang yang sedang shaum lebih harum di sisi Allah Ta’ala daripada harumnya minyak misik, karena dia meninggalkan makanannya, minuman dan nafsu syahwatnya karena Aku (Allah swt).
Shaum itu untuk Aku dan Aku sendiri yang akan membalasnya dan setiap satu kebaikan dibalas dengan sepuluh kebaikan yang serupa”.
(HR. Bukhari nomor 1761).
Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu Rasulullah SAW sedang bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa buah jeruk dan diberikan kepada Rasulullah SAW.
Sekilas tampak buah jeruk yang diberikan itu sangat segar dan siapa pun yang melihatnya pasti tergiur. Rasulullah SAW menerimanya dengan senyum. Buah itu dimakan oleh Rasulullah SAW dan kemudian Beliau tersenyum.
Biasanya Rasulullah SAW selalu membagikan makanannya kepada para sahabat agar bisa ikut makan bersama, namun kali ini tidak. Tidak satupun jeruk itu diberikan kepada para Sahabat. Rasulullah SAW terus makan dan tersenyum kepada wanita itu. Beberapa saat kemudian, wanita itu pun pergi, diiringi ucapan terima kasih dari Rasulullah SAW.
Sahabat-sahabat agak heran dengan sikap Rasulullah SAW itu. Lalu mereka bertanya mengapa Beliau tidak membagikan makanan yang Beliau makan tersebut kepada Para Sahabat sebagaimana biasa. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan:
“Ketika saya makan jeruk itu, ternyata rasanya sangat masam. Saya khawatir jika kalian makan buah itu, boleh jadi ada di antara kalian yang akan marah atau membuang dan menolak memakan buah itu, sehingga wanita itu akan tersinggung. Oleh karena itu, saya habiskan semuanya.”.
Demikianlah akhlak Rasulullah SAW yang sangat luar biasa bijak dan sabar. Beliau tidak marah dan tetap menghargai orang yang sudah memberikan sesuatu kepada Beliau, meskipun pemberian itu buruk.
Jika kita membalas pukulan dengan pukulan, maka boleh jadi tindakan itu dianggap adil. Tetapi ketika kita tidak membalas menyakiti orang yang telah menyakiti kita, maka disitulah terdapat nilai tambah keimanan yang menjadikan derajat diri kita menjadi lebih mulia di sisi Allah SWT.
Jika Aqidah Islam yang diserang dan/atau keselamatan jiwa yang diserang, maka menghentikan serangan itu merupakan tindakan jihad yang bernilai ibadah. Tetapi jika hanya emosi kita yang diserang, maka membalas serangan itu boleh jadi tidak akan memberi manfaat untuk kita.
Meninggalkan sesuatu yang tidak bermanfaat, adalah anjuran Islam. Sesungguhnya orang yang kuat bukan orang yang bisa menang melawan setiap lawannya, tetapi lebih dari itu, orang yang kuat adalah yang bisa menang melawan hawa nafsu dan emosinya.
InsyaAllah dalam bulan Ramadhan ini, kita bisa melatih diri untuk menjadi orang-orang yang sabar dan bijak dalam menghadapi setiap persoalan. InsyaAllah dalam bulan Ramadhan ini kita bisa menjadi orang-orang yang terbiasa berlaku ihsan, yaitu berlaku lebih baik / membalas keburukan dengan kebaikan.
Jika kita sudah bisa berbuat ihsan dalam bulan Ramadhan, maka InsyaAllah setelah bulan Ramadhan, kita akan terbiasa untuk berbuat ihsan. Sesungguhnya bulan Ramadhan adalah masanya kita latihan, dan sebelas bulan berikutnya adalah masanya kita berjihad, utamanya adalah melawan hawa nafsu.
Begitu banyak orang yang terjatuh kedalam dosa, tidak lain disebabkan karena mereka tersandung oleh hawa nafsu. Begitu banyak orang yang tersandung oleh hawa nafsu, tidak lain disebabkan karena mata mereka telah terpana oleh dunia.
Allah SWT berfirman dalam Qur’an Surah Ali – Imran (3) ayat 14-17:
Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).
Katakanlah: “Inginkah aku kabarkan kepadamu apa yang lebih baik dari yang demikian itu?” Untuk orang-orang yang bertakwa (kepada Allah), pada sisi Tuhan mereka ada surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya. Dan (mereka dikaruniai) istri-istri yang disucikan serta keridaan Allah: Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
(Yaitu) orang-orang yang berdoa: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka,”. (yaitu) orang-orang yang sabar, yang benar, yang tetap taat, yang menafkahkan hartanya (di jalan Allah), dan yang memohon ampun di waktu sahur.
Untuk itu, perbanyaklah beristighfar pada waktu sahur. Beberapa dzikir, istighfar, dan do’a yang InsyaAllah bermanfaat untuk kita amalkan, khususnya di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:
Asyhadu alla ilaha illa Allah
“saya bersaksi bahwa tiada Tuhan yang disembah melainkan Allah”.
Astaghfirullah
“saya mohon ampun kepada Allah”.
Allahumma inna as alukal jannata wa a’udzubika minan naar
“Wahai Tuhanku. sesungguhnya aku memohon surga kepadaMu dan aku berlindung kepadaMu dari siksa neraka”.
Allahumma innaka ‘afuwwun
tuhibbul ‘afwa fa’fu anna
“Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf yang menyukai permintaan maaf, maka saya mohon maafkanlah saya”.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Dalam surga ada satu pintu yang disebut dengan Ar‐Rayyan, yang pada hari qiyamat tidak akan ada orang yang masuk ke surga melewati pintu itu kecuali
para shaimun (orang‐orang yang berpuasa). Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Lalu dikatakan kepada mereka; Mana para shaimun, maka para shaimun berdiri menghadap. Tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut selain mereka. Apabila mereka telah masuk semuanya, maka pintu itu ditutup dan tidak akan ada seorangpun yang masuk melewati pintu tersebut”. (HR. Bukhari nomor 1763).
InsyaAllah kita bisa memaksimalkan ibadah kita dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas, untuk Allah SWT. InsyaAllah setiap ibadah kita mendapat ridha dari Allah SWT. Dan InsyaAllah kita termasuk orang-orang yang dapat melewati pintu Ar‐Rayyan pada hari kiamat nanti.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin.
* * *

Monday, June 30, 2014

Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-6 Tahun 1435H/2014M di Jakarta Utara



"Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman: "Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebahagian rezki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang hari (kiamat) yang pada bari itu tidak ada jual beli dan persahabatan"
(QS: Ibrahim ayat 31)


Alhamdulillahi Rabbil Alamin,  kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-6 Tahun 1435H / 2014M telah dilaksanakan pada hari Ahad, tarikh 24 Sya’ban 1435H / tanggal 22 Juni 2014, di Ancol, Kota Jakarta Utara yang dimulai dari ba’da Ashar sampai dengan ba’da Isya.


Hasil dari Silaturahim tersebut diantaranya adalah telah tersalurkannya infaq kepada 5 orang mustahiq (1 laki-laki dan 4 perempuan/ibu-ibu). Terdiri dari 3 orang di Kota Jakarta Utara, 1 orang di Kota Jakarta Pusat, dan 1 orang di Kota Jakarta Selatan, dengan besaran infaq adalah senilai Rp. 200 ribu per orang, dalam bentuk uang tunai, mukena, makanan dan minuman.



Terima kasih kepada Para Donatur dan Para Sahabat Majelis, khususnya yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 ke-6 Tahun 1435H / 2014M dapat terlaksana.
InsyaAllah upaya yang telah kita lakukan bisa bermanfaat besar, menjadi baraqah untuk kita dan keluarga kita serta bernilai ibadah.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

Wednesday, June 11, 2014

Hasil Kegiatan Silaturahim MI-114 Bersama Anak Yatim dan Pengembangan Majelis

Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakalah: "Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui siapa yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana (Al-Baqarah: 220)


Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh,

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan Semesta Alam. Salawat dan Salam kita sampaikan kepada Rasulullah SAW dan para pengikut beliau. Semoga kita semua dalam kondisi sehat wal afiat serta dalam lindungan Allah SWT.

Bersama surat ini kami sampaikan bahwa Kegiatan Silaturahim Majelis Ilmu 114 Bersama Anak Yatim dan Pengembangan Majelis telah diselenggarakan pada hari Sabtu, 2 Sya’ban 1435H / 31 Mei 2014 di Kota Bekasi.

Demikian kami sampaikan, atas donasi dan/atau kontribusi yang diberikan kami ucapkan terima kasih. InsyaAllah setiap amalan kita bernilai ibadah, bermanfaat, dan barakah fi dun’ya wa fil akhirath.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Saturday, May 10, 2014

PENYALURAN INFAQ MI-114 KE-14, KE-15, KE-16, DAN KE-17

Penyaluran Infaq MI-114 ke-16

Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim,
Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

13_22


Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (QS. Ar Rad ayat 22).


Sahabat Majelis Ilmu 114, Alhamdulillah dalam kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis pada hari Jum’at, Jumadil Akhir 1435H/ 18 April 2014, Infaq Majelis Ilmu 114 ke-14, ke-15, ke-16 dan ke-17, telah disalurkan di daerah Jakarta Selatan, kepada empat orang mustahiq terdiri dari 2 orang Pemulung, 1 orang pekerja kebersihan, dan 1 orang fakir (perempuan dan anak-ankanya, bantuan berupa uang dan bahan makanan).

Penyaluran Infaq MI-114 ke-15

Para Sahabat MI-114 yang mau ikut share pendanaan untuk pengembangan Majelis dapat memberikan konfirmasi melalui email: majelis.ilmu114@yahoo.com dan memberikan konfirmasi kepada Kepala Baitul Mal MI-114.

Penyaluran Infaq MI-114 ke-14

InsyaAllah setiap niat dan upaya baik yang kita lakukan diridhai Allah SWT sebagai ibadah dan amal shaleh yang membawa baraqah fi dun’ya wa fil akhirath.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Salam ShemangatzZz,

MI-114

* * *

Sunday, April 27, 2014

ISLAM DAN MUSLIM – MENJAGA LISAN DAN TANGAN

lisan dan tangan

KUMPULAN NOMOR 4

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو – رضى الله عنهما – عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ ، وَالْمُهَاجِرُ مَنْ هَجَرَ مَا نَهَى اللَّهُ عَنْهُ

Dari Abdullah bin Umar r.a. Nabi SAW bersabda, "Muslim adalah orang yang menyelamatkan semua orang muslim dari lisan dan tangannya. Dan Muhajir adalah orang yang meninggalkan segala larangan Allah".
(HR. Bukhari nomor 10).

Matan hadits ini menjelaskan salah satu karakter muslim. Sebagaimana salah satu makna Islam adalah "selamat" yang diambil dari asal kata salima. Seorang muslim adalah seorang yang menyelamatkan, tidak mencelakakan dan menyakiti orang lain dengan perbuatan maupun ucapannya, terlebih sesama muslim.

Muhajir adalah orang yang berhijrah. Dalam bentuk jamak, kata muhajir akan berubah menjadi muhajirin, yang berarti orang-orang yang berhijrah. Hijrah dalam Al-Qur'an dikenal sebagai berpindahnya seorang muslim dari negeri kufur ke negeri Islam atau negeri yang aman untuk melaksanakan tuntunan Islam.

* * *

KHALIFAH ABDUL MALIK BIN MARWAN

images1

Imam asy-Sya'bi pernah membawa surat dari Khalifah Abdul Malik bin Marwan kepada Raja Romawi. Raja Romawi kagum pada kafasihan bahasa dan kepintaran asy-Syabi. Setiap kali ditanya tentang sesuatu, Imam asy-Sya'bi dapat menjawab dengan baik. Sehingga Raja Romawi bertanya kepadanya, "Apakah kamu dari keluarga Khalifah ?". Asy-Sya'bi menjawab, "Bukan, saya hanya orang Arab biasa". Lalu Raja Romawi menulis surat kepada Khalifah Abdul Malik dan menitipkan kepada Imam asy-Syabi untuk menyampaikannya.

Sesampainya di Istana Khalifah, Imam asy-Sya'bi menyampaikan surat tersebut kepada Abdul Malik. Selesai membacanya, Abdul Malik bertanya kepada asy-Sya'bi, "tahukah anda isi surat tersebut ?". asy-Sya'bi menjawab, "tidak".

Abdul Malik kemudian membacakan isi surat tersebut kepada Imam asy-Sya'bi, "Sungguh saya mengagumi suatu kaum yang didalamnya hidup orang seperti asy-Sya'bi. Bagaimana bisa mereka menyerahkan urusan kerajaan kepada orang selain dia ?.

Kemudian Khalifah berkata kepada Imam asy-Sya'bi, "tahukah anda apa maksudnya ? asy-Sya'bi menjawab, "tidak".

Khalifah berkata, "dia telah menghasut saya tentang anda dan berharap agar saya menyingkirkan anda, dengan demikian umat Muslim akan kehilangan saudaranya yang berilmu.".

Perkataan Khalifah kepada Imam asy-Sya'bi tersebut akhirnya diketahui oleh Raja Romawi, dan dia berkata, "sungguh cerdas Khalifah kaum Muslimin, dia telah mengetahui strategi yang aku rahasiakan, bahkan dari orang-orang yang berada disekelilingku".

* * *
Kategori: Kisah

MUKJIZAT AL-QURAN – MEMBERITAKAN PERISTIWA MASA DEPAN

http://majelisilmu114.files.wordpress.com/2013/06/copy-of-islamic-541.jpg?w=182&h=217

Sisi keajaiban lain dari Al Qur'an adalah ia memberitakan terlebih dahulu sejumlah peristiwa yang akan terjadi di masa mendatang. Ayat ke-27 dari surat Al Fath, misalnya, memberi kabar gembira kepada orang-orang yang beriman bahwa mereka akan menaklukkan Mekah, yang saat itu dikuasai kaum penyembah berhala:

"Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat." (Al Qur'an, 48:27).

Ketika kita lihat lebih dekat lagi, ayat tersebut terlihat mengumumkan adanya kemenangan lain yang akan terjadi sebelum kemenangan Mekah.

Sesungguhnya, sebagaimana dikemukakan dalam ayat tersebut, kaum mukmin terlebih dahulu menaklukkan Benteng Khaibar, yang berada di bawah kendali Yahudi, dan kemudian memasuki Mekah.

Pemberitaan tentang peristiwa-peristiwa yang akan terjadi di masa depan hanyalah salah satu di antara sekian hikmah yang terkandung dalam Al Qur'an. Ini juga merupakan bukti akan kenyataan bahwa Al Qur'an adalah kalam Allah, Yang pengetahuan-Nya tak terbatas. Kekalahan Bizantium merupakan salah satu berita tentang peristiwa masa depan, yang juga disertai informasi lain yang tak mungkin dapat diketahui oleh masyarakat di zaman itu.

Yang paling menarik tentang peristiwa bersejarah ini, adalah bahwa pasukan Romawi dikalahkan di wilayah terendah di muka bumi. Ini menarik sebab "titik terendah" disebut secara khusus dalam ayat yang memuat kisah ini. Dengan teknologi yang ada pada masa itu, sungguh mustahil untuk dapat melakukan pengukuran serta penentuan titik terendah pada permukaan bumi. Ini adalah berita dari Allah yang diturunkan untuk umat manusia, Dialah Yang Maha Mengetahui.

KEMENANGAN BIZANTIUM

Penggalan berita lain yang disampaikan Al Qur'an tentang peristiwa masa depan ditemukan dalam ayat pertama Surat Ar Ruum, yang merujuk pada Kekaisaran Bizantium, wilayah timur Kekaisaran Romawi. Dalam ayat-ayat ini, disebutkan bahwa Kekaisaran Bizantium telah mengalami kekalahan besar, tetapi akan segera memperoleh kemenangan.

"Alif, Lam, Mim. Telah dikalahkan bangsa Romawi, di negeri yang terdekat dan mereka sesudah dikalahkan itu akan menang, dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan sesudah (mereka menang)." (Al Qur'an, 30:1-4).

Ayat-ayat ini diturunkan kira-kira pada tahun 620 Masehi, hampir tujuh tahun setelah kekalahan hebat Bizantium Kristen di tangan bangsa Persia, ketika Bizantium kehilangan Yerusalem. Kemudian diriwayatkan dalam ayat ini bahwa Bizantium dalam waktu dekat menang. Padahal, Bizantium waktu itu telah menderita kekalahan sedemikian hebat hingga nampaknya mustahil baginya untuk mempertahankan keberadaannya sekalipun, apalagi merebut kemenangan kembali. Tidak hanya bangsa Persia, tapi juga bangsa Avar, Slavia, dan Lombard menjadi ancaman serius bagi Kekaisaran Bizantium. Bangsa Avar telah datang hingga mencapai dinding batas Konstantinopel. Kaisar Bizantium, Heraklius, telah memerintahkan agar emas dan perak yang ada di dalam gereja dilebur dan dijadikan uang untuk membiayai pasukan perang. Banyak gubernur memberontak melawan Kaisar Heraklius dan dan Kekaisaran tersebut berada pada titik keruntuhan. Mesopotamia, Cilicia, Syria, Palestina, Mesir dan Armenia, yang semula dikuasai oleh Bizantium, diserbu oleh bangsa Persia. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.)

Pendek kata, setiap orang menyangka Kekaisaran Bizantium akan runtuh. Tetapi tepat di saat seperti itu, ayat pertama Surat Ar Ruum diturunkan dan mengumumkan bahwa Bizantium akan mendapatkan kemenangan dalam beberapa tahun lagi. Kemenangan ini tampak sedemikian mustahil sehingga kaum musyrikin Arab menjadikan ayat ini sebagai bahan cemoohan. Mereka berkeyakinan bahwa kemenangan yang diberitakan Al Qur'an takkan pernah menjadi kenyataan.

Sekitar tujuh tahun setelah diturunkannya ayat pertama Surat Ar Ruum tersebut, pada Desember 627 Masehi, perang penentu antara Kekaisaran Bizantium dan Persia terjadi di Nineveh. Dan kali ini, pasukan Bizantium secara mengejutkan mengalahkan pasukan Persia. Beberapa bulan kemudian, bangsa Persia harus membuat perjanjian dengan Bizantium, yang mewajibkan mereka untuk mengembalikan wilayah yang mereka ambil dari Bizantium. (Warren Treadgold, A History of the Byzantine State and Society, Stanford University Press, 1997, s. 287-299.).

Akhirnya, "kemenangan bangsa Romawi" yang diumumkan oleh Allah dalam Al Qur'an, secara ajaib menjadi kenyataan.

Keajaiban lain yang diungkapkan dalam ayat ini adalah pengumuman tentang fakta geografis yang tak dapat ditemukan oleh seorangpun di masa itu.

Dalam ayat ketiga Surat Ar Ruum, diberitakan bahwa Romawi telah dikalahkan di daerah paling rendah di bumi ini. Ungkapan "Adnal Ardli" dalam bahasa Arab, diartikan sebagai "tempat yang dekat" dalam banyak terjemahan. Namun ini bukanlah makna harfiah dari kalimat tersebut, tetapi lebih berupa penafsiran atasnya. Kata "Adna" dalam bahasa Arab diambil dari kata "Dani", yang berarti "rendah" dan "Ardl" yang berarti "bumi". Karena itu, ungkapan "Adnal Ardli" berarti "tempat paling rendah di bumi".

Yang paling menarik, tahap-tahap penting dalam peperangan antara Kekaisaran Bizantium dan Persia, ketika Bizantium dikalahkan dan kehilangan Jerusalem, benar-benar terjadi di titik paling rendah di bumi. Wilayah yang dimaksudkan ini adalah cekungan Laut Mati, yang terletak di titik pertemuan wilayah yang dimiliki oleh Syria, Palestina, dan Jordania. "Laut Mati", terletak 395 meter di bawah permukaan laut, adalah daerah paling rendah di bumi.

Ini berarti bahwa Bizantium dikalahkan di bagian paling rendah di bumi, persis seperti dikemukakan dalam ayat ini.

Hal paling menarik dalam fakta ini adalah bahwa ketinggian Laut Mati hanya mampu diukur dengan teknik pengukuran modern. Sebelumnya, mustahil bagi siapapun untuk mengetahui bahwasannya ini adalah wilayah terendah di permukaan bumi. Namun, dalam Al Qur'an, daerah ini dinyatakan sebagai titik paling rendah di atas bumi. Demikianlah, ini memberikan bukti lagi bahwa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi.

Sumber: Harun Yahya.


Saturday, April 5, 2014

PENYALURAN INFAQ MI-114 KE-11, KE-12, DAN KE-13.


Bismillahi ar-Rahman ar-Rahim,
Assalammu'alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

2.267

"Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.".
(QS. Al Baqarah ayat 267).

Sahabat Majelis Ilmu 114, Alhamdulillah dalam kegiatan Silaturahim Bulanan Majelis pada hari Sabtu, Rabiul Akhir 1435H/ 22 Maret 2014, Infaq Majelis Ilmu 114 ke-11, ke-12, dan ke-13, telah disalurkan di daerah Grogol, Jakarta Barat, kepada tiga orang mustahiq terdiri dari 1 orang Pemulung, 1 orang petugas kebersihan, dan 1 orang pedagang kaki lima.

Copy of Penyaluran Infaq MI-114 ke-12 copy

Para Sahabat MI-114 yang mau ikut share pendanaan untuk pengembangan Majelis dapat memberikan konfirmasi melalui email: majelis.ilmu114@yahoo.com dan memberikan konfirmasi kepada Kepala Baitul Mal MI-114.

Copy of Penyaluran Infaq MI-114 ke-13 copy

InsyaAllah setiap niat dan upaya baik yang kita lakukan diridhai Allah SWT sebagai ibadah dan amal shaleh yang membawa baraqah fi dun'ya wa fil akhirath.
Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Salam ShemangatzZz,

MI-114

* * *