Al Mujaadilah ayat 11 : Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: ”Berlapang-lapanglah dalam majlis”, maka Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan :”Berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui yang kamu kerjakan..

Santunan Anak Yatim Dhuafa

Jumadil Akhir 1437H / April 2016, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan.

Sahabat Majelis Ilmu

Foto bersama bulan Ramadhan 2013

Sahabat Majelis Ilmu 114 di Taman Mini Indonesia Indah

Silaturahim Bulanan Ke-2 Majelis Ilmu 114 pada Bulan Februari 2014

Sunday, April 24, 2016

JADWAL TAUSIYAH “MENGENAL SURAH-SURAH AL-QUR’AN” APRIL 2016 DI MASJID AL-MU’MINUN

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Sahabat Majelis yang dirahmati Allah SWT, berikut ini adalah jadwal Tausiyah: “Mengenal Surah-Surah Al-Qur’an” yang InsyaAllah akan disampaikan oleh Imam Majelis pada bulan April 2016 di Masjid Al – Mu’minun. Revisi Jadwal Pembacaan Tafsir Ibnu Katsir: InsyaAllah akan diselenggarakan pada hari Kamis, 28 April 2016.

InsyaAllah kita semua dapat berkumpul untuk silaturahim, memakmurkan Masjid dan menghidupkan Ilmu Al-Qur’an.

Salam ShemangatzZz,

Majelis Ilmu 114

* * *

Wednesday, April 6, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN MARET 2016

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim,

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Jumadil Awal 1437H / Maret 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 kedua diberikan kepada 4 orang Mustahiq di Depok Baru Jawa Barat, Tomang Jakarta Barat, Kebayoran Baru Jakarta Selatan dan Kunciran, Kota Tangerang yang terdiri dari 2 perempuan lansia fakir dan 2 laki-laki pemulung sampah.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin.

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Wednesday, March 23, 2016

AQIQAH

Aqiqah adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Hukum aqiqah menurut Imam Syafii dan Imam Hambali adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan / hampir diwajibkan).

Dari Samurah bin Jundub: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Setiap bayi tergadai dengan aqiqahnya, (sampai) disembelihkan (kambing) untuknya pada hari ke tujuh, dicukur (rambutnya) dan diberi nama”. [HR Abu awud, no. 2838, at-Tirmidzi no. 1522, Ibnu Majah no. 3165]. Al-Khaththabi rahimahullah berkata : “Imam Ahmad berkata, Ini mengenai syafaat. Beliau menghendaki bahwa jika si anak (dengan sengaja) tidak diaqiqahi (oleh orangtuanya, padahal orangtuanya mampu), lalu anak itu meninggal waktu (usianya) kecil (belum baligh), (maka) dia (anak itu) tidak bisa memberikan syafa’at bagi kedua orang tuanya” [Ma’alimus Sunan 4/264-265, Syarhus Sunnah 11/268]. Disebutkan Imam Ibnul Qayyim rahimahullah: “Bersama seorang bayi ada aqiqah, maka alirkan darah (yaitu, sembelihlah aqiqah) untuknya dan singkirkan kotoran (yaitu cukurlah rambutnya) darinya”. [HR Bukhari secara mu’allaq dan diwashalkan oleh Thahawi, juga riwayat Abu Dawud, 2839, Tirmidzi no. 1515].

SUNNAH BAGI ORANGTUA SAAT ANAKNYA LAHIR:

Menurut Al-Ghazi dalam kitab Fathul Qarib (dari Imam Nawawi dalam kitab Minhajut Talibin) saat seorang anak lahir, maka disunnahkan orangtuanya (bapaknya) melakukan hal-hal berikut untuk anak tersebut:
  1. Segera setelah anak lahir ayah memperdengarkan adzan pada kuping kanan anak dan iqomah pada kuping kirinya.
  2. Memberi sedikit kurma yang sudah dilembutkan pada mulut anak sampai tertelan. Apabila tidak ada kurma, maka bisa diganti dengan sesuatu yang manis.
  3. Diberi nama pada hari ketujuh. Boleh memberi nama sebelum hari ketujuh atau setelahnya.
  4. Setelah penyembelilan hewan aqiqah, rambut bayi dipotong dan sunnah bersedekah dengan emas atau perak seberat timbangan rambut yang dipotong.
DO’A UNTUK BAYI YANG BARU LAHIR:

“Innii u’iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli ‘aynin laammatin”.

Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari).

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin menjelaskan: “Sebagian ulama mengartikan “setiap anak digadaikan dengan aqiqahnya” bahwasanya aqiqah adalah sebab anak tersebut terlepas dari kegelisahan dalam maslahat agama dan dunianya. Hatinya akan begitu lapang setelah diaqiqahi. Jika seorang anak tidak diaqiqahi maka keadaannya akan selalu gelisah layaknya orang yang berutang dan menggadaikan barangnya”.

HEWAN AQIQAH ADALAH KAMBING:

Dalam “Fathul Bari” (9/593) al-Hafidz Ibnu Hajar rahimahullah menerangkan : “Para ulama mengambil dalil dari penyebutan syaatun dan kabsyun (kibas, anak domba yang telah muncul gigi gerahamnya) untuk menentukan kambing buat aqiqah.” Menurut beliau : “Tidak sah aqiqah seseorang yang menyembelih selain kambing”.

JUMLAH HEWAN AQIQAH:

Dari Ummi Kurz Al-Kabiyyah r.a., ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Bagi anak laki-laki (Aqiqahnya) dua ekor kambing yang sama (kondisinya dan setara beratnya), sedangkan bagi anak perempuan (Aqiqahnya) satu ekor kambing”. (HR. Tirmidzi dan Ahmad).

DO’A MENYEMBELIH HEWAN AQIQAH:

Diriwayatkan al-Baihaqy dalam as-Sunan al-Kubra dan Abu Ya’la dalam Musnadnya: dari Aisyah –radhiyallahu anha- berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengaqiqohi al-Hasan dan al-Husain masing-masing dua kambing pada hari ketujuh (kelahiran). Beliau memerintahkan agar pada kepala anak itu dihilangkan kotoran (digunting rambutnya). Dan beliau bersabda: Sembelihlah (aqiqah) dengan (juga) menyebut nama (anak yang akan diaqiqahi). Ucapkan:

“Bismillah Allahu Akbar Allaahumma minka wa laka, haadzihi ‘aqiiqotu fulaan” Artinya: Dengan Nama Allah, Allah adalah Yang Terbesar, Ya Allah ini dari Mu dan untuk Mu. Ini adalah aqiqoh fulaan.

“Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin”

Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud).

KONSUMSI DAN DISTRIBUSI DAGING AQIQAH:

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud”: “Seseorang yang melaksanakan aqiqah boleh memakannya (daging aqiqahnya). Memasak daging aqiqah termasuk sunnah. Yang demikian itu, karena jika dagingnya sudah dimasak maka orang-orang miskin dan tetangga (yang mendapat bagian) tidak merasa repot lagi. Dan ini akan menambah kebaikan dan rasa syukur terhadap nikmat tersebut.

DAGING AQIQAH TIDAK BOLEH DIJUAL:

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfathul Maudud”: “Aqiqah merupakan salah satu bentuk ibadah (taqarrub) kepada Allah Ta’ala. Barangsiapa menjual daging sembelihannya sedikit saja maka pada hakekatnya sama saja tidak melaksanakannya.

* * *

Friday, March 4, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN FEBRUARI 2016

Bismillah Ar-Rahman Ar-Rahim,

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Rabiul Akhir 1437H / Februari 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 diberikan kepada 4 orang Mustahiq di Tomang, Jakarta Barat dan Kunciran, Kota Tangerang yang terdiri dari 1 anak yatim laki-laki, 1 perempuan lansia pemikul kayu, dan 1 laki-laki lansia pemulung sampah dan 1 laki-laki lansia tukang parkir.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis. Alhamdulillah sudah lebih dari 200 orang mustahiq yang mendapatkan manfaat dari para Donatur/Sahabat dan Penggerak Majelis Ilmu 114.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin,

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *


Wednesday, February 24, 2016

JADWAL TAUSIYAH “MENGENAL SURAH-SURAH AL-QUR’AN” MARET 2016 DI MASJID AL-MU’MINUN

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Sahabat Majelis yang dirahmati Allah SWT, berikut ini adalah jadwal Tausiyah: “Mengenal Surah-Surah Al-Qur’an” yang InsyaAllah akan disampaikan oleh Imam Majelis pada tanggal 15 dan 28 bulan Maret 2016 di Masjid Al – Mu’minun.

InsyaAllah kita semua dapat berkumpul untuk silaturahim, memakmurkan Masjid dan menghidupkan Ilmu Al-Qur’an.

Salam ShemangatzZz,

Majelis Ilmu 114

* * *


Wednesday, February 10, 2016

SHALAT JENAZAH DAN SHALAT GHAIB


Shalat jenazah adalah shalat yang dilakukan untuk jenazah muslim/muslimah setelah dimandikan dan dikafani, yang dimaksudkan untuk mendoakan jenazah agar mendapatkan ampunan dan kehidupan yang baik di alam kubur dan akhirat. Shalat Ghaib adalah shalat jenazah yang dilakukan ketika jasad mayit sudah dimakamkan, atau shalat yang dilakukan dari jarak yang jauh dari keberadaan mayit.

Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, dia berkata: “Bahwasanya Rasulullah SAW mengumumkan kematian An Najasyi (seorang Raja di negeri Habasyah (Ethiopia)) pada hari kematiannya. Rasul keluar bersama para sahabatnya ke lapangan, lalu mengatur shaf, kemudian (melaksanakan shalat dengan) bertakbir sebanyak empat kali.” (HR Bukhari).

Dari Ibnu Abbas ra, ia menyatakan bahwa Rasulallah SAW lewat dekat sebuah kuburan yang baru semalam dikuburkan. Rasulallah saw bertanya: ”Kapan dikuburkan?”. Mereka menjawab: ”Tadi Malam”. Beliau bertanya lagi: ”Kenapa kalian tidak memberitahukan kepadaku?”. Mereka menjawab: ”Kami kuburkan ia tengah malam yang sangat gelap karena itu kami tidak mau membangunkan engkau”. Lalu Nabi berdiri, kami berbaris dibelakang beliau untuk shalat. Ibnu Abbas berkata:”Dan aku termasuk orang yang berbaris. Maka beliau shalat” (HR Bukhari dan Muslim).

NIAT:

Niatkan dalam hati dan dimantapkan dengan diucapkan secara sirr (pelan) bahwa kita berniat menunaikan shalat jenazah/ghaib untuk almarhum/almarhumah dengan 4 takbir, fardu kifayah (hukumnya wajib secara umum untuk kaum muslim), hanya untuk memohon ridhanya Allah SWT / dilaksanakan hanya karna Allah semata, kemudian “Takbir”. Atau bisa juga dengan membaca secara sirr niat berikut ini:

Shalat Jenazah: “USHALLI ALA HADZAL MAYYITI, AR-BA ’A TAKBIRATIN FARDAL KIFAYATI (MA’MUMAN / IMAMAN) LILLAAHI TA ’ALA, ALLAAHU AKBAR”.

Shalat Ghaib: “USHALLI ALAL MAYYITIL GHAIBI AR-BA ’A TAKBIRATIN FARDAL KIFAYATI (MA’MUMAN / IMAMAN) LILLAAHI TA ’ALA, ALLAAHU AKBAR”.

BACAAN SETELAH TAKBIR PERTAMA:

Membaca Al – Qur’an Surah “Al – Fatihah”.

BACAAN SETELAH TAKBIR KEDUA:

Membaca Shalawat atas Nabi Muhammad saw, minimal membaca:

“ALLAHUMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD”

atau bisa membaca:

“ALLAHUMMA SHALLI ‘ALA MUHAMMAD WA ’ALA ALI MUHAMMAD. KAMA SHALLAITA ‘ALA IBRAHIM WA ‘ALA ALI IBRAHIM. WA BARIK ‘ALA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI MUHAMMAD. KAMA BARAKTA ‘ALA IBRAHIM WA ‘ALA ALI IBRAHIM FIL ‘ALAMINA INNAKA HAMIDUN MAJID”.

Artinya:

“Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan atas keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberi rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, dan limpahkanlah berkah kepada Nabi Muhammad dan keluarganya, sebagaimana Engkau telah memberikan berkah kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya, sesungguhnya di seluruh alam ini, Engkaulah Tuhan yang Maha Terpuji dan Maha Mulia.”

BACAAN SETELAH TAKBIR KETIGA:

“ALLAHHUMMAGHFIR LAHU WARHAMHU WA ’AFIHI WA’FU ANHU”

Artinya:

“Yaa Allah ampunilah dia, berilah rahmat, kesejahteraan dan ma’afkanlah dia”.

Apabila jenazah yang dishalati itu perempuan, maka bacaan “Lahu” diganti dengan “Laha”. Jika mayatnya banyak maka bacaan “Lahu” diganti dengan “Lahum”.

BACAAN SETELAH TAKBIR KEEMPAT:

“ALLAAHUMMA LAA TAHRIMNAA AJRAHU WA LAA TAF-TINNAA BA’DAHU WAGHFIR LANAA WA LAHU”

Artinya:

“Yaa Allah, janganlah Engkau tolak pahalanya / janganlah Engkau meluputkan kami akan pahalanya, dan janganlah Engkau memberi kami fitnah sepeninggalnya, serta ampunilah kami dan dia.”

SALAM SETELAH BACAAN TAKBIR KEEMPAT:

“ASSALLAMU ‘ALAIKUM WARAHMATULLAHI WA BARAKATUH”

Artinya:

“Salam keselamatan untuk kamu sekalian dan rahmat Allah serta barakah semoga diberikan oleh Allah SWT kepada kamu sekalian.”

KEUTAMAAN SHALAT JENAZAH:

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Hatim telah menceritakan kepada kami Yahya bin Sa’id dari Yazid bin Kaisan telah menceritakan kepadaku Abu Hazim dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Barangsiapa yang menshalatkan jenazah, maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang mengantarnya hingga jenazah itu di letakkan di liang kubur, maka baginya pahala dua qirath.” Saya bertanya, “Wahai Abu Hurairah, seperti apakah (besarnya) dua qirath itu ?” ia menjawab, “Yaitu seperti gunung Uhud.” (HR. Muslim).

* * *

Tuesday, February 2, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN JANUARI 2016

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Rabiul Awal 1437H / Januari 2016, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 diberikan kepada 4 orang Mustahiq di DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA dan Jakarta Barat yang terdiri dari 1 perempuan pedagang keliling jajanan pasar, 1 perempuan fakir miskin, dan 2 perempuan pemulung sampah.

Terima kasih kepada Para Sahabat Majelis, khususnya Para Donatur yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *

Monday, January 25, 2016

HUJAN

“Allah, Dialah yang mengirim angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang dikehendaki-Nya, dan menjadikannya bergumpal-gumpal; lalu kamu lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila hujan itu turun mengenai hamba-hamba-Nya yang dikehendakiNya, tiba-tiba mereka (yang membutuhkan air) menjadi gembira”. (Al-Qur’an Surah Ar Rum ayat 48)

“dan pada pergantian malam dan siang dan hujan yang diturunkan Allah dari langit lalu dihidupkan-Nya dengan air hujan itu bumi sesudah matinya; dan pada perkisaran angin terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berakal”. (Al-Qur’an Surah Al Jaatsiyah ayat 5)

“Dan Dialah (Allah SWT) yang (memerintahkan) meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran”. (Al-Qur’an Surah Al-A’raf ayat 57)

”Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya, tiba-tiba datanglah kepadanya azab Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (Kami) kepada orang-orang berfikir”. (Al-Qur’an Surah Yunus ayat 24)

Hujan adalah Rahmat dari Allah SWT, maka jangan mempersekutukan Allah SWT:

“Dialah (Allah SWT) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui”. (Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 22)

Hujan bisa menjadi salah satu bentuk adzab dari Allah kepada orang-orang kafir:

“Maka masing-masing (mereka yang kafir, yang menentang Allah SWT dan mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri”. (Al-Qur’an Surah Al ‘Ankabuut ayat 40)

Hujan karena karunia dan Rahmat Allah SWT bukan karena bintang atau yang lainnya:

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “pada pagi hari, di antara hamba-Ku ada yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir. Barang siapa yang mengatakan ’muthirna bi fadhlillahi wa rahmatih’ (kita diberi hujan karena karunia dan rahmat Allah) maka dialah yang beriman kepada-Ku dan kufur terhadap bintang-bintang. Sedangkan yang mengatakan ‘muthirna binnau kadza wa kadza’ (kami diberi hujan karena sebab bintang ini dan ini) maka dialah yang kufur kepadaku dan beriman kepada bintang-bintang”. (HR. Bukhari, no. 846; Muslim, no. 71)

Do’a meminta hujan yang bermanfaat:

Hadits dari Ummul Mukminin, ’Aisyah radhiyallahu ’anha: ”Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam ketika melihat turunnya hujan, beliau mengucapkan, ”Allahumma shayyiban nafi’an” [Ya Allah turunkanlah pada kami hujan yang bermanfaat]” (HR. Bukhari no. 1032, Ahmad no. 24190, dan An Nasai no. 1523).

Turunnya hujan adalah salah satu waktu yang baik untuk berdo’a:

Hadits dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda: “Dua do’a yang tidak akan ditolak: [1] do’a ketika adzan dan [2] do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al Hakim dan Al Baihaqi. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Shohihul Jaami’ no. 3078).

Do’a Memohon Agar Allah SWT menghentikan atau mengalihkan hujan ke tempat yang membutuhkan:

Allahumma hawa layna wa la ‘alayna “ (Ya Allah! Hujanilah di sekitar kami, jangan kepada kami). Allahumma ‘alal akaami wazziraabi (Ya, Allah! Berilah hujan ke daratan tinggi, beberapa anak bukit dasar lembah). Wa butuunil audiyati wa manaa bitisy syajar (dan pada tanah-tanah yang menumbuhkan pepohonan). (Sumber: Hadits Riwayat Bukhari no. 1014)

* * *

Wednesday, January 6, 2016

PENERIMA MANFAAT BULAN DESEMBER 2015 [2/2]

Bismillah ar-Rahman ar-Rahim

Assalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakahtuh,

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Shalawat dan Salam kepada Rasulullah SAW beserta Para Pengikutnya, Umat Islam.

Pada bulan Shafar 1437H / Desember 2015, penyaluran dana Baitul Mal MI-114 kedua diberikan kepada 5 orang anggota keluarga korban kebakaran di Tomang Tinggi 15 Jakarta Barat yang terjadi pada tanggal 2 Desember 2015 sekitar pukul 02.00 WIB.

Terima kasih kepada Lumbung Amal Shalih (LASH) Masjid Al – Mu’minun dan Para Sahabat Majelis yang telah memberikan dukungan untuk Pengembangan Majelis.

InsyaAllah setiap amal kita bernilai ibadah dan membawa barakah yang besar dan banyak untuk kita dan keluarga kita.

Walhamdulillahi Rabbil Alamin

Salam ShemangatzZz,

Imam Majelis Ilmu 114

* * *